Shop

Ini Dia 12 Tips Lulus Masa Probation dan Jadi Karyawan Tetap

Kamu baru mulai kerja? Pahami apa itu masa probation dan ikuti 12 tips ini agar lulus dengan sukses dan jadi karyawan tetap. Simak selengkapnya dalam artikel ini!

MyEduSolve menyediakan ujian sertifikasi internasional dan pelatihan resmi untuk keperluan individu, perusahaan, serta institusi pendidikan.

Posted: Thursday, Nov 17, 2022

Ditinjau oleh MyEduSolve

Share:

Ini Dia 12 Tips Lulus Masa Probation dan Jadi Karyawan Tetap cover

Masa probation adalah masa percobaan yang harus kamu jalani sebagai karyawan baru sebelum diangkat menjadi karyawan tetap.


Dalam periode ini, perusahaan akan menilai apakah kinerjamu sudah sesuai dengan standar yang mereka harapkan.


Biasanya, probation berlangsung selama tiga bulan, tetapi durasinya bisa berbeda tergantung kebijakan perusahaan.


Bagi sebagian orang, masa ini bisa terasa menegangkan karena harus beradaptasi dengan lingkungan kerja, budaya perusahaan, dan ekspektasi atasan. Tapi tenang, kamu bisa melewatinya dengan lancar!


Dalam artikel ini, MyEduSolve akan membahas 12 tips agar kamu sukses melewati masa probation dan menjadi karyawan tetap. Simak sampai habis, ya!


Baca juga: 7 Contoh Personal Branding, Manfaat, dan Cara Membangunnya dengan Efektif

Apa Itu Masa Probation?

Masa probation adalah masa percobaan yang harus kamu jalani saat pertama kali bekerja di sebuah perusahaan.


Dalam periode ini, perusahaan akan menilai apakah kamu memiliki kinerja, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan ekspektasi mereka sebelum akhirnya mengangkatmu menjadi karyawan tetap.


Masa probation penting karena menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk melihat apakah kamu cocok dengan budaya kerja dan tugas yang diberikan.


Di sisi lain, kamu juga bisa menilai apakah lingkungan kerja tersebut sesuai dengan harapanmu.


Jika kamu berhasil menunjukkan performa yang baik, peluang untuk diangkat menjadi karyawan tetap akan semakin besar.


Di Indonesia, masa probation umumnya berlangsung selama tiga bulan, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU Ketenagakerjaan.


Namun, setiap perusahaan bisa memiliki kebijakan yang berbeda, tergantung pada jenis pekerjaan dan peraturan internal mereka.

Persiapan Sebelum Masa Probation

Agar bisa sukses melewati masa probation, kamu perlu mempersiapkan diri dengan baik.


Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum memulai masa percobaan di tempat kerja:

1. Memahami Ekspektasi Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki standar dan harapan tertentu terhadap karyawan baru. Saat masa probation, perusahaan akan menilai apakah kamu bisa memenuhi ekspektasi mereka, baik dalam hal kinerja, kedisiplinan, maupun sikap kerja.


Agar tidak salah langkah, pastikan kamu mencari tahu apa yang diharapkan dari posisi yang kamu jalani.


Kamu bisa bertanya langsung kepada atasan atau membaca panduan kerja yang diberikan.

2. Mempelajari Job Description dengan Baik

Salah satu cara agar sukses di masa probation adalah memahami dengan jelas apa saja tugas dan tanggung jawabmu.


Jangan hanya sekadar tahu garis besarnya, tetapi pahami juga detail pekerjaanmu sehari-hari. Jika ada hal yang belum kamu mengerti, jangan ragu untuk bertanya kepada atasan atau rekan kerja yang lebih berpengalaman.


Hal ini akan membantu kamu bekerja lebih efektif dan menghindari kesalahan yang tidak perlu.

3. Menyesuaikan Diri dengan Budaya Perusahaan

Setiap tempat kerja memiliki budaya kerja yang berbeda. Ada perusahaan yang menerapkan sistem kerja fleksibel, ada juga yang lebih formal.


Selain itu, cara berkomunikasi, berpakaian, hingga cara bekerja dalam tim juga bisa berbeda.


Menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan akan membantumu lebih cepat diterima di lingkungan kerja dan membuat masa probation terasa lebih mudah.

4. Menyiapkan Mental dan Fisik

Masa probation bisa menjadi tantangan tersendiri karena kamu harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan menunjukkan performa terbaik.


Tekanan kerja mungkin akan terasa, tetapi dengan mental yang kuat dan kondisi fisik yang prima, kamu bisa menghadapinya dengan baik.


Pastikan kamu menjaga pola tidur, makan dengan baik, dan tetap berpikir optimis agar bisa melewati masa probation dengan lancar.

12 Tips Sukses Lulus Masa Probation

Masa probation adalah kesempatan bagi perusahaan untuk menilai apakah kamu cocok untuk menjadi karyawan tetap.


Oleh karena itu, kamu harus menunjukkan performa terbaik agar bisa lulus dengan sukses.


Berikut beberapa tips yang bisa membantumu selama masa probation:

1. Buat Kesan Pertama yang Kuat (First Impression)

Kesan pertama sangat penting karena bisa membentuk pandangan atasan dan rekan kerja terhadapmu.


Usahakan datang tepat waktu, berpakaian rapi dan profesional sesuai dengan budaya perusahaan, serta bersikap ramah dan sopan.


Selain itu, tunjukkan antusiasme dan semangat dalam bekerja. Sikap positif akan membuatmu lebih mudah diterima oleh tim dan membangun hubungan kerja yang baik sejak awal.

2. Kuasai Job Description dan Target Kinerja

Setiap posisi memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Jangan hanya membaca sekilas job description, tetapi pahami secara mendalam apa yang diharapkan darimu selama masa probation.


Jika ada yang kurang jelas, tanyakan langsung kepada atasan atau rekan kerja yang lebih berpengalaman.


Dengan memahami tugas dan target yang harus dicapai, kamu bisa bekerja lebih efektif dan menghindari kesalahan yang tidak perlu.

3. Bangun Hubungan dengan Rekan Kerja dan Atasan

Membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan akan membantumu dalam beradaptasi.


Perkenalkan dirimu dengan sopan, ikuti aktivitas kantor, dan tunjukkan sikap terbuka untuk berkolaborasi.


Jangan hanya berinteraksi saat bekerja, tetapi juga cobalah untuk ikut dalam acara perusahaan atau kegiatan informal lainnya.


Semakin baik hubungan yang kamu bangun, semakin nyaman kamu bekerja dan semakin besar kemungkinan kamu diterima di lingkungan kerja.

4. Proaktif dan Tunjukkan Inisiatif

Selama masa probation, perusahaan ingin melihat apakah kamu bisa bekerja mandiri dan berpikir kritis.


Jangan hanya menunggu tugas diberikan, tetapi tunjukkan inisiatif dengan mengajukan ide atau menawarkan bantuan jika ada pekerjaan yang bisa kamu selesaikan.


Sikap proaktif menunjukkan bahwa kamu memiliki motivasi tinggi dan siap berkontribusi lebih untuk perusahaan.


Jangan takut mencoba hal baru, karena ini bisa menjadi nilai tambah dalam penilaian atasan.

5. Selalu Tepat Waktu dan Jaga Disiplin

Kedisiplinan adalah salah satu faktor penting dalam penilaian masa probation. Datanglah tepat waktu, selesaikan tugas sesuai tenggat waktu, dan jangan pernah menunda pekerjaan.


Gunakan to-do list atau aplikasi manajemen tugas untuk membantumu mengatur waktu dengan baik.


Dengan bekerja secara teratur dan disiplin, kamu bisa menunjukkan bahwa kamu adalah karyawan yang dapat diandalkan.

6. Minta Feedback Secara Berkala dan Tunjukkan Perbaikan

Jangan menunggu hingga akhir masa probation untuk mengetahui apakah performamu sudah sesuai harapan perusahaan.


Secara berkala, tanyakan kepada atasan atau rekan kerja bagaimana hasil kerjamu dan apakah ada yang perlu diperbaiki.


Jika menerima kritik atau saran, jangan defensif. Sebaliknya, jadikan itu sebagai peluang untuk berkembang.


Tunjukkan bahwa kamu mampu menerima feedback dan segera menerapkan perbaikan dalam pekerjaanmu.

7. Hindari Konflik dan Politik Kantor

Lingkungan kerja sering kali memiliki dinamika tersendiri, termasuk gosip atau politik kantor. Sebisa mungkin, hindari hal-hal yang bisa memicu konflik atau merusak reputasimu.


Jangan terlibat dalam gosip atau pembicaraan negatif tentang rekan kerja. Tetaplah fokus pada pekerjaan dan jaga sikap profesional.


Dengan begitu, kamu akan lebih dihargai sebagai karyawan yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

8. Tunjukkan Sikap Profesional dalam Setiap Situasi

Profesionalisme tidak hanya terlihat dari cara bekerja, tetapi juga dari cara kamu menghadapi situasi sulit.


Jangan membawa masalah pribadi ke tempat kerja dan tetap jaga sikap positif meskipun menghadapi tekanan.


Jika ada tantangan atau kendala dalam pekerjaan, hadapi dengan solusi yang konstruktif, bukan keluhan.


Dengan bersikap dewasa dan bertanggung jawab, kamu akan dinilai sebagai karyawan yang matang dan siap menjadi bagian dari perusahaan dalam jangka panjang.

9. Kembangkan Skill dan Pengetahuan

Masa probation adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan bahwa kamu ingin terus berkembang.


Manfaatkan kesempatan untuk belajar hal baru, baik melalui pelatihan internal, membaca literatur terkait pekerjaan, atau berdiskusi dengan rekan kerja yang lebih berpengalaman.


Semakin banyak keterampilan yang kamu kuasai, semakin besar peluang untuk dipertahankan oleh perusahaan.

10. Atur Stres dengan Baik

Masa probation bisa menjadi periode yang penuh tekanan karena kamu harus membuktikan diri dalam waktu singkat.


Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik. Jika merasa lelah, ambil istirahat sejenak agar bisa kembali fokus.


Jangan ragu untuk berbicara dengan HR atau atasan jika menghadapi masalah yang sulit diatasi sendiri.


Dengan mengelola stres dengan baik, kamu bisa tetap produktif dan menunjukkan performa terbaik.

11. Dokumentasikan Hasil Kerja dan Prestasi

Agar penilaian terhadapmu lebih objektif, dokumentasikan hasil kerja dan pencapaianmu selama masa probation.


Catat proyek yang telah kamu selesaikan, feedback positif dari atasan, atau pencapaian yang bisa diukur dengan data konkret.


Jika memungkinkan, buat portofolio sederhana yang menunjukkan kontribusimu. Dengan begitu, saat evaluasi, kamu bisa memberikan bukti nyata bahwa kamu layak diangkat menjadi karyawan tetap.


Baca juga: 6 Tips Membuat Portofolio yang Menarik dan Dilirik Rekruter

12. Siapkan Strategi untuk Setelah Masa Probation

Mendekati akhir masa probation, bicarakan dengan atasan mengenai status kerjamu. Tanyakan apakah ada hal yang perlu diperbaiki sebelum keputusan final dibuat.


Jika kamu dinyatakan lulus, pastikan kontrak kerja diperbarui dan diskusikan peluang pengembangan karir kedepannya.


Jika ternyata perusahaan tidak memperpanjang kontrakmu, gunakan pengalaman selama masa probation sebagai bekal untuk mencari pekerjaan lain yang lebih sesuai.


Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa meningkatkan peluang untuk lulus masa probation dan menjadi karyawan tetap.


Tetap semangat, tunjukkan yang terbaik, dan jadikan masa probation sebagai langkah awal dalam membangun karirmu!

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Masa Probation dan Cara Menghindarinya

Selama masa probation, banyak karyawan baru yang tanpa sadar melakukan kesalahan yang bisa menghambat peluang mereka menjadi karyawan tetap.


Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dan cara menghindarinya:

1. Tidak Meminta Feedback

Banyak karyawan baru yang merasa cukup dengan bekerja sebaik mungkin tanpa meminta masukan dari atasan atau rekan kerja.


Padahal, tanpa feedback, kamu tidak akan tahu apakah sudah bekerja sesuai harapan atau ada hal yang perlu diperbaiki.


Cara menghindarinya adalah dengan aktif meminta pendapat dari atasan atau mentor di tempat kerja.


Jangan tunggu hingga evaluasi akhir, tetapi tanyakan secara berkala agar kamu bisa segera melakukan perbaikan jika diperlukan.

2. Menolak untuk Proaktif

Beberapa karyawan baru hanya mengerjakan tugas yang diberikan tanpa berusaha menunjukkan inisiatif.


Sikap ini bisa membuatmu terlihat pasif dan kurang bersemangat dalam bekerja. Jika kamu hanya menunggu instruksi, perusahaan mungkin menganggapmu tidak cukup berkontribusi.


Cara menghindarinya adalah dengan menunjukkan keinginan untuk belajar, menawarkan bantuan dalam proyek tambahan, atau mengusulkan ide yang dapat meningkatkan efisiensi kerja.

3. Terlalu Banyak Bicara

Berinteraksi dengan rekan kerja memang penting, tetapi jika kamu terlalu banyak berbicara atau sering terlibat dalam obrolan yang tidak produktif, ini bisa mengganggu fokus tim.


Selain itu, kamu juga bisa dianggap kurang serius dalam bekerja. Cara menghindarinya adalah dengan membatasi percakapan pada hal-hal yang relevan dengan pekerjaan dan memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan tidak menghambat produktivitas.

4. Tidak Memperhatikan Detail

Kesalahan kecil dalam pekerjaan, seperti typo dalam laporan atau salah memasukkan data, bisa membuat kesan bahwa kamu kurang teliti.


Jika ini terjadi terus-menerus, atasan mungkin meragukan kemampuanmu untuk menangani tanggung jawab yang lebih besar.


Cara menghindarinya adalah dengan selalu mengecek kembali pekerjaan sebelum diserahkan, menggunakan checklist jika diperlukan, dan melatih kebiasaan untuk lebih teliti dalam setiap tugas.


Menghindari kesalahan-kesalahan ini akan membantumu menunjukkan performa terbaik selama masa probation.


Dengan sikap yang proaktif, teliti, dan selalu terbuka terhadap feedback, kamu bisa meningkatkan peluang untuk diangkat menjadi karyawan tetap.

Apa Saja Indikator Keberhasilan dalam Masa Probation?

Keberhasilan dalam masa probation tidak hanya diukur dari hasil kerja, tetapi juga dari bagaimana kamu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menunjukkan potensi jangka panjang.


Berikut beberapa indikator utama yang menunjukkan bahwa kamu telah berhasil menjalani masa probation:

1. Pemahaman yang Baik terhadap Pekerjaan dan Tanggung Jawab

Indikator utama keberhasilan adalah seberapa baik kamu memahami job description dan menjalankan tugas dengan benar.


Jika kamu sudah bisa menyelesaikan pekerjaan dengan mandiri, sesuai dengan standar perusahaan, maka itu tanda bahwa kamu telah beradaptasi dengan baik.

2. Kedisiplinan dan Kepatuhan terhadap Aturan Perusahaan

Perusahaan akan melihat apakah kamu bisa datang tepat waktu, menyelesaikan tugas sesuai deadline, serta mematuhi aturan dan budaya kerja yang berlaku.


Karyawan yang disiplin dan bertanggung jawab akan lebih dihargai dan dianggap layak menjadi bagian dari tim secara permanen.

3. Kemampuan Beradaptasi dengan Budaya Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki nilai dan budaya kerja yang berbeda. Jika kamu bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, bekerja sama dengan tim, dan berkomunikasi dengan baik, itu menandakan bahwa kamu cocok dengan perusahaan tersebut.

4. Kontribusi dan Inisiatif yang Ditunjukkan

Keberhasilan juga diukur dari seberapa besar kontribusi yang kamu berikan. Jika kamu tidak hanya menyelesaikan tugas yang diberikan, tetapi juga menunjukkan inisiatif untuk membantu tim dan memberikan solusi, maka perusahaan akan melihatmu sebagai aset yang berharga.

5. Kemampuan Menerima dan Menerapkan Feedback

Masa probation adalah waktu untuk belajar dan berkembang. Jika kamu aktif meminta feedback, menerima kritik dengan baik, dan segera menerapkan perbaikan, ini menunjukkan bahwa kamu memiliki sikap profesional dan kemauan untuk terus meningkatkan diri.

6. Hubungan yang Baik dengan Rekan Kerja dan Atasan

Keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil kerja individu, tetapi juga dari bagaimana kamu bekerja dalam tim.


Jika kamu bisa menjalin hubungan kerja yang baik dengan rekan kerja dan mendapatkan penilaian positif dari atasan, itu pertanda bahwa kamu telah diterima di lingkungan kerja.


Jika kamu telah memenuhi indikator-indikator di atas, maka kemungkinan besar kamu akan dinyatakan lulus masa probation dan diangkat sebagai karyawan tetap.


Tetaplah konsisten dalam menunjukkan performa terbaik agar perjalanan karirmu semakin lancar!


Baca juga: Shifting Career Adalah: Pengertian dan Cara Melakukannya


Dengan menerapkan 12 tips di atas, kamu bisa meningkatkan peluang lulus masa probation dan menjadi karyawan tetap. Tunjukkan performa terbaik, jaga profesionalisme, dan terus belajar agar sukses dalam karier.


Jika kamu ingin berkonsultasi mengenai masa probation atau pengembangan diri, kamu bisa bercerita secara anonim ke Psikolog dan HR Profesional MyEduSolve di #TalkToDIAN!


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web MyEduSolve. Semoga bermanfaat!

Tags terkait

tips lulus masa probation
masa probation
probation adalah

4,425

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.