6 Tips Membuat Portofolio yang Menarik dan Dilirik Rekruter

Jika kamu akan melamar pekerjaan dalam bidang industri kreatif, tentunya kamu pasti pernah diminta untuk melampirkan portofolio, bukan? Buat kamu yang masih ragu, apa saja tips agar bisa menarik perhatian rekruter lewat portofolio, yuk simak artikel berikut ini!

Posted: Tuesday, Jan 04, 2022

Updated: Wednesday, Jan 19, 2022

author:Silvia Chandra

Silvia Chandra

| Posted: Tuesday, Jan 04, 2022

Share:

6 Tips Membuat Portofolio yang Menarik dan Dilirik Rekruter cover

Buat kamu yang sementara lagi mencari pekerjaan, mungkin kamu akan diminta melampirkan portofolio. Di era digital seperti sekarang, portofolio sudah bisa dibuat secara online, lho!

Apakah kamu masih merasa bingung ketika akan menyusun portofolio yang baik dan benar? Jangan khawatir, karena melalui artikel ini kamu akan mengetahui apa saja yang bisa kamu masukkan dalam portofolio-mu agar lebih stand out dan berpeluang untuk direkrut!

Apa itu Portofolio?

Sebelum mengetahui apa saja cara untuk membuat dan menyusun portofolio agar lebih menarik dan stand out, kamu juga harus mengetahui terlebih dahulu apa itu portofolio!

Dilansir dari Indeed.com portofolio kerja adalah cara untuk menampilkan koleksi dari karya-karya terbaikmu kepada calon pemberi kerja. Portofolio dapat berisikan bukti keterampilanmu, ilustrasi, demonstrasi visual dari keahlian yang kamu miliki, dan surat rekomendasi bersama dengan resume-mu. Portofolio biasanya diperlukan selama proses perekrutan untuk pekerjaan dalam industri seni, desain, penerbitan, dan teknologi.

Secara umum, portofolio adalah kumpulan hasil karya terbaik atau pencapaian yang dapat mempresentasikan pengembangan skill dari individu. Di era digital seperti saat ini, sudah banyak para job seekers yang membuat portofolio terpisah dengan CV. Berbagai jenis portofolio diantaranya seperti dalam bentuk foto, video, pengalaman profesional, sertifikasi, dan lain sebagainya.

Baca juga: Strategi Mencantumkan Sertifikasi di CV untuk Melamar Kerja 

Manfaat Membuat Portofolio Kerja

Seorang wanita yang sedang membuat portofolio kerja

Melalui portofolio, kamu bisa memberikan bukti nyata kepada calon pemberi kerja tentang pencapaian, keterampilan, dan juga kemampuanmu sesuai bidang yang dilamar. Pada sebagian besar bidang industri kreatif, seperti graphic designer, videographer, web designer, dan sejenisnya, portofolio sangat penting diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan. Jika kamu akan melamar pekerjaan di industri kreatif, tentu saja rekruter akan melihat karya-karyamu melalui portofolio yang telah kamu buat.

Tips Membuat Portofolio untuk Melamar Kerja

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kamu praktikkan ketika akan memulai untuk membuat portofolio kerja yang menarik:

1. Tampilkan Karya Terbaikmu di Awal

Menurut data yang telah diteliti oleh Tony Haile dari Chartbeat, rata-rata pembaca menghabiskan waktunya dalam melihat situs web portofolio online hanya sekitar 15 detik untuk memutuskan ya atau tidak. Oleh karena itu, pilihlah karya terbaikmu untuk ditampilkan pada halaman pertama sehingga dapat dengan mudah menarik perhatian dari para pembaca.

2. Sederhana dan Informatif

Buatlah desain yang sederhana, tapi memberikan penjelasan singkat yang informatif. Caranya yakni dengan menuliskan deskripsi singkat mengenai project apa yang telah kamu kerjakan sebelumnya, menambahkan ilustrasi atau foto seperlunya saja, serta menggunakan desain yang simple dan tidak terlalu ramai. Meski portofolio yang dibuat sudah lengkap, namun perusahaan tetap tidak akan menyukainya jika maksud atau isinya sulit dipahami karena terlalu bertele-tele.

3. Segmentasikan Project Berdasarkan Kategori

Segmentasikan project yang telah kamu lakukan ke dalam kategori yang ditentukan dengan jelas. Kelompokkan dan klasifikasikan project atau pekerjaanmu ke dalam kategori yang terdefinisi dengan baik, sehingga pembaca akan cenderung tidak menutup tab browser dengan kecewa. Misalnya, daripada menunjukkan hasil foto yang acak, kamu harus mencoba mengelompokkan karya tersebut ke dalam kategori seperti potret, lanskap, alam, keluarga, acara, dan sejenisnya. Hal ini dapat membuat para pembaca nyaman dan betah untuk berlama-lama dalam website portofoliomu!

4. Cantumkan Testimoni Klien dan Lampirkan Sertifikasi

Kamu dapat menyertakan halaman kontak referensi dan testimonial dari klien yang pernah bekerja sama denganmu. Idealnya, kamu bisa melampirkan 3 sampai 5 klien agar dapat menunjukkan kualitas, keterampilan, dan kemampuan profesionalmu di bidang tersebut.

Sertakan juga salinan lisensi atau sertifikat yang sudah kamu miliki. Menyertakan informasi ini dapat meningkatkan kredibilitas dan kualifikasimu di mata rekruter.
Jika kamu belum memiliki sertifikasi, kamu bisa mengambil sertifikasi resmi dari Microsoft, Adobe, maupun dari Project Management Institute melalui link berikut ini.

5. Membuat Portofolio Melalui Situs Online

Selain kamu membuat portofolio dalam bentuk softcopy dengan format PDF, jangan lupa untuk membuat portofolio melalui situs online atau blog pribadi. Dalam blog tersebut, kamu bisa menjelaskan secara singkat kemampuan atau skill yang kamu miliki beserta penjelasan singkat namun informatif melalui karya-karya terbaikmu.

6. Perbarui Secara Berkala

Perbaruilah portofolio secara berkala. Cobalah untuk memperbarui portofoliomu setiap beberapa bulan atau setahun sekali. Meninjau kembali portofolio secara teratur akan membantumu untuk menambahkan informasi yang relevan dan terkini. Hal Ini juga merupakan cara yang berguna untuk meninjau progress-mu. Selain itu, jika kamu ingin melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan sekaligus, tentunya portofolio yang akan digunakan tidak bisa sama, tapi harus disesuaikan lagi dengan perusahaan yang dituju.

Baca juga: Belum Dapat Kerjaan? Ini 12 Alasan Kamu Tidak Diterima Kerja! 

Itulah pengertian portofolio kerja, manfaat portofolio, dan tips membuat portofolio untuk melamar kerja. Gimana, kamu sudah mendapat insights baru, kan? Usahakan portofoliomu dibuat seminimalis mungkin, tetapi tetap menyampaikan informasi yang dibutuhkan ya!

Untuk memperkaya portofoliomu dan memvalidasi skill editing, kamu bisa mengambil sertifikasi resmi dari Adobe yang bernama Adobe Certified Professional.
Melalui sertifikasi bertaraf internasional ini, kamu bisa meningkatkan skill dan juga kredibilitasmu untuk berkarier dalam industri desain grafis maupun video editing.

Yuk ambil sertifikasi sesuai dengan kebutuhanmu sekarang!


Referensi:

5 Reasons Why All Job Seekers Need Have Work Portfolio. Diakses pada 15 Desember 2021
Make Your Portfolio Standout. Diakses pada 15 Desember 2021

Article Tag:

Karier,Melamar Kerja,Tips Portofolio

Category:

Pencarian Kerja

Written By

author:Silvia Chandra

Silvia Chandra

Articles Info

author:Silvia Chandra

Silvia Chandra

6 Tips Membuat Portofolio yang Menarik dan Dilirik Rekruter

Posted: Tuesday, Jan 04, 2022

Updated: Wednesday, Jan 19, 2022

Article Tag:

Karier,Melamar Kerja,Tips Portofolio

Category:

Pencarian Kerja

Share:

Recommended Articles

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.