Shop

My Cart

Shifting Career Adalah: Pengertian dan Cara Melakukannya

Ingin beralih ke bidang kerja baru tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Temukan pengertian shifting career, waktu yang tepat, dan cara melakukannya di sini!

MyEduSolve menyediakan ujian sertifikasi internasional dan pelatihan resmi untuk keperluan individu, perusahaan, serta institusi pendidikan.

Posted: Friday, Nov 25, 2022

Ditinjau oleh MyEduSolve

Share:

Shifting Career Adalah: Pengertian dan Cara Melakukannya cover

Pernahkah kamu merasa jenuh, kurang termotivasi, atau tidak lagi menemukan kepuasan dalam pekerjaan saat ini?


Jika iya, mungkin ini saatnya mempertimbangkan shifting career. Banyak orang memilih beralih ke bidang lain karena merasa pekerjaannya tidak lagi sesuai dengan minat atau tujuan hidup mereka.


Shifting career adalah proses berpindah dari satu bidang pekerjaan ke bidang lain yang lebih sesuai dengan keahlian atau aspirasi seseorang.


Faktor seperti lingkungan kerja, gaji, dan peluang berkembang sering menjadi alasan utama perubahan ini.


Dalam artikel ini, MyEduSolve akan membahas apa itu shifting career, alasan orang melakukannya, dan langkah-langkah untuk memulai perubahan karier dengan lebih terencana. Yuk, cari tahu selengkapnya!


Baca juga: Cara Menentukan Jenjang Karier untuk Fresh Graduate

Apa Itu Shifting Career?

Shifting career adalah proses berpindah dari satu bidang pekerjaan ke bidang lain yang berbeda.


Berbeda dengan sekadar berganti pekerjaan dalam bidang yang sama, shifting career melibatkan perubahan industri, peran, atau keterampilan yang digunakan dalam pekerjaan baru.


Mungkin kamu mengira ini sama dengan berganti pekerjaan, padahal berpindah pekerjaan biasanya masih dalam bidang yang sama, sedangkan shifting career benar-benar mengubah jalur karier dan sering kali membutuhkan keterampilan baru.


Ada banyak alasan seseorang memilih shifting career, seperti mengejar passion, mencari prospek yang lebih baik, atau menghindari kejenuhan.



Perubahan tren industri dan perkembangan teknologi juga bisa membuat kamu merasa perlu menyesuaikan diri dengan bidang yang lebih relevan. Namun, keputusan ini harus dipertimbangkan dengan matang.


Jika dilakukan untuk berkembang dan mencapai kepuasan kerja yang lebih besar, shifting career bisa menjadi solusi.


Tetapi jika hanya karena frustasi sesaat tanpa perencanaan yang jelas, bisa jadi itu hanya pelarian yang berisiko membuat kariermu tidak stabil.


Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset dan persiapan sebelum benar-benar beralih ke bidang baru.

Alasan Mengapa Orang Memilih Shifting Career

Setiap orang memiliki alasan tersendiri untuk melakukan shifting career. Beberapa faktor yang sering menjadi pemicu adalah ketidakpuasan dalam pekerjaan, perubahan prioritas hidup, hingga adanya peluang karier yang lebih menjanjikan.


Berikut beberapa alasan utama mengapa banyak orang memilih untuk berpindah jalur karier:

1. Kurangnya Kepuasan dan Motivasi dalam Pekerjaan Saat Ini

Ketika pekerjaan tidak lagi memberikan kepuasan, seseorang bisa merasa jenuh dan kehilangan semangat. Tanda-tandanya antara lain:


  • Rasa bosan yang berkepanjangan

  • Kurangnya tantangan dalam pekerjaan

  • Tidak ada perkembangan keterampilan


Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak negatif, seperti turunnya produktivitas, stres, dan bahkan gangguan kesehatan mental.


Itulah alasan banyak orang memilih berpindah ke bidang yang lebih sesuai dengan minat mereka.

2. Perubahan Gaya Hidup dan Prioritas

Seiring waktu, prioritas hidup seseorang bisa berubah, misalnya karena:


  • Menikah atau memiliki anak

  • Masalah kesehatan yang membutuhkan fleksibilitas kerja

  • Keinginan untuk keseimbangan hidup yang lebih baik


Tren kerja remote juga semakin populer, memungkinkan seseorang bekerja dari mana saja tanpa terikat jam kantor.


Hal ini membuat banyak orang mempertimbangkan shifting career untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih fleksibel.

3. Peningkatan Peluang dan Pertumbuhan Profesional

Perkembangan industri membuka peluang baru di berbagai bidang. Banyak orang beralih karier karena ingin:


  • Memasuki bidang dengan prospek lebih baik

  • Mendapatkan gaji yang lebih tinggi

  • Memiliki peluang karier yang lebih luas


Profesi seperti data analyst, digital marketer, dan AI specialist kini semakin diminati karena permintaan tenaga kerja yang tinggi.


Berpindah ke bidang yang lebih menjanjikan bisa menjadi langkah strategis untuk masa depan.

4. Keinginan untuk Mengembangkan Keterampilan Baru

Di era yang terus berkembang, memiliki keterampilan yang relevan sangat penting. Banyak orang memilih shifting career karena ingin:


  • Belajar hal baru yang lebih sesuai dengan minat mereka

  • Meningkatkan daya saing melalui reskilling dan upskilling

  • Mempercepat transisi karier dengan mengikuti pelatihan atau pendidikan tambahan

Dengan keterampilan baru, peluang sukses dalam bidang yang berbeda akan semakin besar.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Shifting Career?

Shifting career bukan keputusan yang bisa diambil secara spontan. Kamu perlu mempertimbangkan berbagai faktor agar transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan risiko besar.


Berikut beberapa hal yang bisa membantumu menentukan waktu yang tepat untuk beralih karier:

1. Melakukan Refleksi dan Evaluasi Diri

Sebelum memutuskan untuk berpindah jalur karier, penting untuk mengevaluasi apakah pekerjaan saat ini masih sesuai dengan tujuan dan kebutuhanmu.


Tanda-tanda bahwa sudah saatnya kamu beralih profesi meliputi:


  • Merasa tidak termotivasi dan kehilangan minat dalam pekerjaan

  • Tidak ada kesempatan untuk berkembang atau belajar hal baru

  • Lingkungan kerja tidak lagi mendukung kenyamanan dan produktivitas


Namun, sebelum mengambil keputusan besar, pastikan kamu sudah mempertimbangkan prospek karier baru, kesiapan mental, dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam proses transisi.

2. Mempersiapkan Pengembangan Keterampilan dan Pendidikan Tambahan

Shifting career seringkali membutuhkan keterampilan baru agar kamu bisa bersaing di bidang yang berbeda. Untuk itu, kamu bisa mulai dengan:


  • Mengikuti sertifikasi dan pelatihan yang relevan

  • Membangun portofolio yang menunjukkan kemampuan dan pengalaman baru

  • Memanfaatkan kursus online atau workshop untuk memperdalam keahlian


Dengan persiapan yang matang, kamu akan lebih siap menghadapi tantangan di bidang baru dan meningkatkan peluang sukses dalam karier yang kamu pilih.

3. Memastikan Kestabilan Finansial Sebelum Transisi Karier

Perubahan karier bisa berdampak pada kondisi keuangan, terutama jika kamu harus berhenti bekerja sementara waktu atau memulai dari nol.


Beberapa strategi yang bisa kamu lakukan agar lebih siap secara finansial:


  • Menyusun anggaran dan menabung sebelum resign

  • Mencari pekerjaan sampingan atau proyek freelance sebagai sumber pendapatan tambahan

  • Mengurangi pengeluaran yang tidak perlu selama masa transisi


Dengan perencanaan keuangan yang baik, kamu bisa lebih tenang menjalani proses shifting career tanpa harus khawatir dengan kestabilan finansial.

Apa Saja Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan Shifting Career?

Shifting career adalah keputusan besar yang perlu dipersiapkan dengan matang. Jika dilakukan tanpa perencanaan, kamu bisa menghadapi tantangan yang lebih besar.


Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dan cara menghindarinya:

1. Mengambil Keputusan dalam Keadaan Emosional yang Tidak Stabil

Keinginan berpindah karier sering muncul karena rasa jenuh, stres, atau ketidakpuasan. Jika keputusan diambil saat emosimu sedang tidak stabil, kamu mungkin hanya ingin lari dari situasi tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.


Pastikan keputusan dibuat secara rasional dengan memberi waktu untuk refleksi, mencari tahu penyebab utama ketidakpuasan, dan berdiskusi dengan orang berpengalaman di bidang yang ingin kamu tuju.

2. Tidak Mempersiapkan Skill yang Dibutuhkan untuk Karier Baru

Banyak orang berpindah profesi tanpa keterampilan yang cukup, sehingga kesulitan bersaing dan beradaptasi.


Tanpa persiapan, kamu mungkin akan kesulitan mendapatkan pekerjaan atau merasa tidak cocok dengan bidang baru.


Sebelum shifting career, pahami keterampilan yang dibutuhkan, ikuti pelatihan yang relevan, dan mulai membangun pengalaman melalui proyek sampingan atau freelance.


Baca juga: Career Break: Pengertian, Alasan, dan Cara Melakukannya

3. Tidak Memiliki Rencana Karier yang Jelas

Tanpa perencanaan yang matang, kamu bisa kehilangan arah setelah meninggalkan pekerjaan lama.


Banyak yang melakukan shifting career tanpa tujuan jelas, sehingga kesulitan menentukan langkah selanjutnya.


Agar transisi berjalan lancar, buat roadmap karier dengan tujuan yang jelas dan langkah konkret.


Dengan perencanaan yang baik, kamu bisa menjalani shifting career dengan lebih terstruktur dan meningkatkan peluang sukses di bidang baru.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri untuk Shifting Career?

Agar shifting career berjalan lancar, kamu perlu persiapan yang matang. Berpindah ke bidang baru tanpa strategi yang jelas bisa membuatmu kesulitan dalam beradaptasi atau mendapatkan pekerjaan.


Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan diri:

1. Riset dan Memahami Karier Baru dengan Baik

Sebelum memutuskan untuk beralih profesi, penting untuk memahami seluk-beluk bidang yang ingin kamu masuki.


Cari tahu tren industri, keterampilan yang dibutuhkan, serta tantangan yang mungkin dihadapi.


Kamu juga bisa membaca artikel, menonton webinar, atau mengikuti diskusi komunitas untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang karier baru yang kamu incar.

2. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Tambahan

Banyak profesi yang memerlukan keterampilan khusus, sehingga kamu perlu meningkatkan kemampuan agar lebih kompetitif.


Mengikuti kursus, sertifikasi, atau pelatihan profesional bisa membantumu menguasai bidang baru dengan lebih cepat.


Selain itu, pengalaman belajar ini juga bisa menjadi nilai tambah dalam CV dan portofoliomu.

3. Menjalin Networking dengan Profesional di Industri yang Dituju

Memiliki jaringan yang luas bisa mempercepat proses transisi karier. Bergabung dengan komunitas profesional, menghadiri seminar, atau terhubung dengan orang-orang di industri yang kamu tuju bisa membuka peluang baru.


Dengan networking yang baik, kamu bisa mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan, tren industri, serta tips dari mereka yang sudah berpengalaman.

4. Memanfaatkan Platform Digital untuk Belajar dan Mendapatkan Kesempatan Kerja

Teknologi memberikan banyak kemudahan untuk siapa saja yang ingin shifting career.


Kamu bisa menggunakan platform pembelajaran online untuk mengasah keterampilan baru, serta mencari pekerjaan melalui situs lowongan kerja dan media sosial profesional seperti LinkedIn.


Dengan memanfaatkan platform digital secara maksimal, kamu bisa meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan di bidang yang baru.

5. Membangun Branding Diri yang Kuat untuk Menarik Peluang Baru

Selain keterampilan, personal branding juga berperan penting dalam menarik perhatian perekrut atau klien potensial.


Pastikan profil LinkedIn, portofolio, atau media sosial profesionalmu mencerminkan keahlian dan pengalaman yang relevan dengan bidang baru.


Dengan branding yang kuat, kamu bisa lebih mudah mendapatkan kesempatan kerja dan membangun reputasi di industri yang kamu tuju.

Rekomendasi Sertifikasi untuk Mendukung Shifting Career

Jika kamu ingin melakukan shifting career, memiliki sertifikasi yang relevan bisa meningkatkan peluang sukses di bidang baru.


Berikut beberapa sertifikasi yang dapat membantu transisi kariermu:

1. Sertifikasi untuk Pindah ke Bidang Teknologi

Industri teknologi terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.


Jika kamu ingin beralih ke bidang ini, memiliki sertifikasi dapat menjadi nilai tambah untuk membuktikan kemampuanmu.


Berikut sertifikasi di bidang teknologi yang bisa kamu dapatkan:


Sertifikasi ini cocok bagi kamu yang ingin masuk ke dunia pemrograman.


Dengan sertifikasi ini, kamu akan memahami dasar-dasar pengembangan perangkat lunak, seperti algoritma, struktur data, dan bahasa pemrograman populer seperti Python atau Java.


Sertifikasi ini ideal bagi yang ingin berkarier di bidang cloud computing.


Kamu akan mempelajari konsep dasar layanan cloud, keamanan data, serta bagaimana Microsoft Azure digunakan dalam berbagai industri.

2. Sertifikasi untuk Beralih ke Digital Marketing dan Bisnis Online

Jika kamu tertarik dengan dunia pemasaran digital atau ingin membangun bisnis sendiri, sertifikasi di bidang ini bisa membantu memperkuat keterampilanmu.


Sertifikasi ini dirancang untuk kamu yang ingin memahami strategi pemasaran digital.


Kamu akan belajar cara mengoptimalkan iklan di media sosial, menganalisis performa kampanye, serta memahami perilaku audiens untuk meningkatkan efektivitas pemasaran online.


Jika tujuanmu adalah membangun usaha sendiri, sertifikasi ini bisa membantu memahami dasar-dasar kewirausahaan.


Kamu akan belajar tentang strategi pemasaran, pengelolaan keuangan bisnis, hingga cara menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha.

3. Sertifikasi untuk Pindah ke Manajemen dan Project Management

Bidang manajemen dan project management selalu membutuhkan profesional yang memiliki kemampuan dalam mengelola tim dan menyelesaikan proyek dengan efisien.


Sertifikasi ini cocok bagi kamu yang ingin memahami dasar-dasar manajemen proyek.


Dengan sertifikasi ini, kamu akan mempelajari perencanaan proyek, pengelolaan risiko, serta strategi untuk memastikan proyek berjalan sesuai target.


Dalam dunia manajemen, keterampilan mengolah data dan menyajikan laporan sangat penting.


Sertifikasi ini membantumu menguasai penggunaan Excel untuk analisis data serta PowerPoint untuk membuat presentasi yang menarik dan profesional.


Dengan memiliki sertifikasi yang tepat, proses shifting career akan lebih terarah, dan kamu bisa lebih siap menghadapi tantangan di bidang baru.


Baca juga: Perencanaan Karir Untuk Menata Masa Depan Kamu


Shifting career bisa menjadi peluang besar jika dilakukan dengan strategi yang matang, didukung oleh persiapan keterampilan, finansial, dan mindset yang benar, serta diperkuat dengan sertifikasi dan pelatihan yang relevan untuk mempercepat transisi ke industri baru.


Jika kamu ingin berkonsultasi mengenai shifting career atau pengembangan diri, kamu bisa bercerita secara anonim ke Psikolog dan HR Profesional MyEduSolve di #TalkToDIAN!


Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web MyEduSolve. Semoga bermanfaat!

Related Tags

shifting career adalah
shifting career
pengembangan diri

7,131

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.