Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Ketahui Pengertian, Manfaat, dan Syarat Sertifikasi Pendidikan bagi Guru

Sertifikasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan manfaat bagi perkembangan guru. Simak syarat, dan biaya mengikutinya!

A journalism graduate now navigating the SEO landscape, I blend journalistic insight with a witty, engaging style, ensuring content is as captivating as it is search-optimized.

Posted: Wednesday, Jan 24, 2024

Ditinjau oleh Mentor MyEduSolve

Share:

Ketahui Pengertian, Manfaat, dan Syarat Sertifikasi Pendidikan bagi Guru cover

Sebagai tenaga pendidik, guru tentunya harus terus meningkatkan kualitasnya dengan cara rajin mengikuti program sertifikasi. Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan guru ketika sering menjalani sertifikasi pendidik.

Artikel ini akan membahas pengertian, manfaat, dan rekomendasi sertifikasi pendidikan yang berkualitas. Yuk, simak artikel ini sampai akhir, ya!

Pengertian Sertifikasi Pendidik

Apa yang dimaksud sertifikasi pendidik? Sertifikasi ini adalah proses penetapan pada seseorang yang telah menguasai keterampilan dan pemahaman di bidang pendidikan secara resmi, sehingga memenuhi syarat untuk mengajar.

Guru yang sudah bersertifikasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas ajar sehingga dapat mendidik dan menghasilkan siswa-siswa yang berkualitas pula. 

Alasan guru harus mengikuti program sertifikasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Di samping itu, biasanya pemerintah atau sekolah akan memberikan tunjangan profesi kepada guru yang sudah bersertifikasi.

Tentu saja kualitas guru-guru yang telah mengikuti program sertifikasi jadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan begitu diharapkan kualitas murid-murid pun juga akan meningkat dan menjadi aset yang mendorong kemajuan bangsa.

Di samping itu, guru yang bersertifikasi juga dijamin akan mendapatkan tunjangan profesi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan guru.

Lalu, dari mana para guru memperoleh sertifikat pendidik? Para tenaga pengajar dapat mengikuti program sertifikasi dari pemerintah. Namun, sebelum mendaftar ke program pendidik, para guru tentu harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Sertifikasi Pendidik: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Tujuan Diadakannya Sertifikasi Pendidik

Mengapa guru harus mengikuti sertifikasi? Alasan umumnya karena untuk mengukur kualitas dan kelayakan guru sebagai tenaga pengajar. Namun, selain itu masih banyak tujuan lain dari sertifikasi pendidik. Apa sajakah itu?

  1. Melaksanakan cita-cita pendidikan nasional.

  2. Memajukan proses pembelajaran dan mutu hasil pendidikan.

  3. Meningkatkan kinerja guru.

  4. Menjaga profesi guru dari segala jenis tindakan yang kurang profesional.

  5. Menjaga masyarakat dari kualitas pendidikan yang kurang baik.

  6. Sebagai jaminan mutu bagi LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan).

  7. Mengontrol kualitas dan jumlah guru agar memenuhi permintaan dari pengguna layanan pendidik.

  8. Melindungi penyelenggara pendidikan dari tekanan eksternal maupun internal yang menyimpang dari ketentuan dan aturan.

  9. Menambah kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi.

Baca juga: Validasikan Kemampuanmu Dengan Ambil Sertifikasi di MyEduSolve

Syarat dan Ketentuan Sertifikasi Pendidik

Setelah memahami tujuan dan manfaat yang didapatkan, tentunya banyak guru yang ingin meningkatkan kompetensi diri dengan mendaftar ke program sertifikasi. 

Akan tetapi, sebelum mendaftar program sertifikasi, pastikan jika calon peserta sudah memenuhi syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku. Berikut ini syarat-syaratnya:

  1. Pendidikan terakhir sarjana (S1) atau diploma empat (D4) dari program studi pendidikan yang sudah terakreditasi.

  2. Guru sudah harus diakui sebagai tenaga pendidik resmi baik di sekolah negeri maupun swasta.

  3. Memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun dalam satu sekolah atau dalam sekolah yang berbeda di lingkupan satu yayasan.

  4. Guru non-PNS harus berstatus Guru Tetap Yayasan (GTY) atau diangkat oleh pemerintah daerah dan mengajar di satuan pendidikan pemerintah daerah.

  5. Sudah memiliki NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang terdiri dari 16 digit dan sifatnya permanen. NUPTK wajib dimiliki guru PNS maupun bukan PNS.

  6. Guru yang akan mengikuti sertifikasi berusia maksimal 56 tahun.

  7. Prioritas peserta dilihat berdasarkan jabatan fungsional, usia guru saat mendaftar, masa kerja, tugas tambahan, pangkat dan golongan, serta prestasi kerja.

  8. Jika guru memiliki prestasi istimewa dalam bidang non-akademik, memiliki kesempatan mendaftar program sertifikasi melalui rekomendasi dari kepala sekolah dan dewan guru. Surat rekomendasi tersebut harus disahkan oleh kepala cabang dinas dan kepala dinas pendidikan.

  9. Jumlah peserta sertifikasi guru telah ditetapkan oleh Ditjen PMPTK dengan mempertimbangkan prioritas kebutuhan.

Baca juga: Validasikan Kemampuanmu Dengan Ambil Sertifikasi di MyEduSolve

Perbedaan PPG dan Sertifikasi Guru

Mungkin masih banyak yang belum memahami perbedaan antara Sertifikasi Guru dengan Program Pendidikan Profesi Guru atau dikenal dengan singkatan PPG. Supaya tidak keliru lagi, yuk ketahui apa saja perbedaannya.

  1. Kualifikasi Peserta

Hal pertama yang jadi perbedaan mendasar antara PPG dan Sertifikasi Guru adalah kualifikasi pesertanya. Untuk sertifikasi guru, khusus diperuntukkan untuk guru yang telah memiliki pengalaman mengajar. Sedangkan PPG bisa diikuti oleh calon guru yang belum pernah mengajar. Maka dari itu, PPG seringnya diikuti oleh lulusan sarjana pendidikan.

  1. Materi yang Diajarkan

Perbedaan kedua antara PPG dan sertifikasi guru adalah materi yang diajarkan. Materi yang dipaparkan PPG lebih banyak membahas tentang dasar-dasar ilmu pendidikan, metode pengajaran, dan cara mengembangkan profesionalitas tenaga pendidik.

Di sisi lain, sertifikasi guru berisi materi yang ditujukan mengukur dan menilai kualitas tenaga pendidik berpengalaman.

  1. Masa Program

Masa program PPG bisa berlangsung selama 1-2 tahun lamanya, karena mereka melalui kuliah, praktek mengajar di sekolah, dan praktek pembelajaran reflektif. Sebaliknya, sertifikasi guru memiliki masa program yang lebih singkat, yakni hanya satu tahun. Proses sertifikasi guru diawal dari penilaian portofolio, observasi mengajar, dan ujian tertulis.

Baca juga: Kenali Sertifikasi Microsoft Certified Educator bagi Tenaga Pendidik

  1. Sertifikat

Program sertifikasi guru dan PPG sama-sama memberikan sertifikat bagi peserta yang telah dinyatakan lulus secara resmi. Namun ternyata penerbitan sertifikat dari kedua program ini berbeda.

Peserta PPG akan mendapatkan sertifikasi pendidikan yang diterbitkan oleh institusi pendidikan selaku penyelenggara program. Lain halnya dengan peserta sertifikasi guru nantinya mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) atau LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan).

Itu dia rangkuman pembahasan mengenai sertifikasi pendidikan yang harus dipahami. Jika kamu sedang mencari sertifikasi pendidikan, kamu bisa coba mendaftarkan diri ke program sertifikasi Microsoft Certified Educator Program dari MyEduSolve. Kamu bisa mencari program sertifikasi menarik lainnya dari MyEduSolve dengan mengakses laman MyEduSolve.

Sumber:

Sertifikasi Guru: Pengertian, Syarat, dan Bedanya dengan PPG https://glints.com/id/lowongan/sertifikasi-guru/ (Diakses Januari 2024)

Informasi Lengkap Mengenai Sertifikasi Guru Yang Perlu Anda Tahu https://gurubinar.id/blog/informasi-lengkap-mengenai-sertifikasi-guru-yang-perlu-anda-tahu?blog_id=66 (Diakses Januari 2024)



Related Tags

sertifikasi guru
sertifikasi pengajar
educator

123

Relevant Certifications

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.