Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Pentingnya Belajar Manajemen Keuangan Pribadi demi Financial Freedom di Masa Tua

Kunci manajemen keuangan pribadi yang baik adalah disiplin dan pengendalian diri dalam menggunakan uang serta meminimalkan pembelanjaan yang konsumtif. Simak lima dasar dan tips mengatur keuangan diri sendiri!

A journalism graduate now navigating the SEO landscape, I blend journalistic insight with a witty, engaging style, ensuring content is as captivating as it is search-optimized.

Posted: Thursday, Jan 11, 2024

Ditinjau oleh Mentor MyEduSolve

Share:

Pentingnya Belajar Manajemen Keuangan Pribadi demi Financial Freedom di Masa Tua cover

Apakah kamu sering merasa gaji belum lama turun tapi dompet sudah menipis? Bisa jadi penyebabnya karena kamu masih kurang tepat dalam mengelola keuangan. Jika kamu mengalami kesulitan mengelola keuangan pribadi, yuk baca artikel ini yang akan mengulas tips-tips manajemen keuangan pribadi. Simak sampai akhir, ya!

Manajemen Keuangan Pribadi

Apa yang dimaksud dengan manajemen keuangan pribadi? Maksud dari istilah tersebut adalah pengelolaan keuangan yang mencakup penganggaran, perbankan, asuransi, hipotek, investasi, tabungan pensiun, pajak, dan warisan.

Banyak yang berpikir pengelolaan keuangan baru dapat dilakukan jika gaji sudah terhitung besar. Namun jangan salah, gaji sebatas UMR pun tetap bisa menabung asal pengelolaan keuangannya tepat dengan membuat keputusan finansial yang cerdas.

Inti dari manajemen keuangan pribadi adalah kamu bisa menerapkan prinsip pengeluaran tidak boleh melebihi pendapatan. Kemudian, kamu juga sudah bisa membagi antara pengeluaran, tabungan, investasi, dan tabungan darurat dalam porsi yang tepat.

Baca juga: Bangun Kesadaran Finansial Sejak Dini dengan Mengenal Konsep Time Value of Money

Lima Dasar Keuangan Pribadi

Keuangan pribadi terbagi menjadi lima prinsip, yakni pendapatan, tabungan, pengeluaran, investasi, dan perlindungan. Apa saja makna dari kelima prinsip tersebut? Berikut penjelasannya.

  1. Pendapatan

Pendapatan merupakan tonggak utama dalam manajemen keuangan pribadi. Pendapatan memiliki pengertian sejumlah uang yang diterima dan kemudian dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan, ditabung, membeli investasi, dan membayar asuransi.

Lalu, apa saja yang digolongkan sebagai pendapatan? Pendapatan adalah semua uang yang kamu hasilkan, termasuk gaji, upah, dividen, sumber arus kas masuk, dan sebagainya.

  1. Pengeluaran

Pengeluaran adalah arus uang yang dikeluarkan menggunakan pendapatannya. Pengeluaran meliputi biaya sewa, biaya asuransi, membeli bahan makanan, membayar tagihan, hiburan, membeli furniture, hobi, memperbaiki rumah, dan lain-lain.

Kunci agar manajemen keuangan pribadi tetap baik adalah dapat mengatur pengeluaran agar tidak melebihi pendapatan. Apabila seseorang gagal dalam hal ini, menyebabkan mereka terlilit hutang yang berdampak buruk pada finansial.

  1. Tabungan

Tabungan adalah sisa pendapatan setelah memenuhi semua kebutuhan pokok. Setiap orang setidaknya memiliki tabungan agar bisa menutupi kondisi darurat atau pengeluaran tak terduga.

Sayangnya tidak semua orang bisa menabung, karena seluruh pendapatannya seringkali habis untuk memenuhi kebutuhan pokok. Meski begitu, setiap orang harus berusaha mengumpulkan uang sedikit-sedikit demi menutup pendapatan yang tak menentu.

Tabungan sebaiknya bukan berupa uang yang mengendap di rekening, karena uang tersebut dalam beberapa tahun ke depan akan mengalami penyusutan nilai akibat inflasi. Cara paling ideal dalam menabung adalah dengan menabungnya di tabungan deposito.

  1. Investasi

Investasi adalah pembelian aset yang biasanya berupa saham, reksadana, emas, properti, kendaraan, dan perhiasan. Nantinya pemilik investasi baru akan mendapatkan keuntungan setelah beberapa tahun.

Umumnya tujuan investasi untuk meningkatkan kekayaan seseorang melebihi dari jumlah uang pada awal diinvestasikan. Meski tampak menjanjikan, tapi investasi juga berisiko mengalami kerugian karena tidak semua aset terapresiasi.

Investasi bisa jadi hal yang tricky, karena tidak semua orang berpengalaman dalam hal ini. Maka dari itu, kamu perlu mempunyai pemahaman yang kuat dulu pada masing-masing instrumen investasi. Barulah setelah itu memilih instrumen investasi manakah yang cocok denganmu.

  1. Perlindungan

Perlindungan dalam prinsip manajemen keuangan pribadi adalah sebuah metode untuk melindungi diri dari kejadian tak terduga. Misalnya kecelakaan atau sakit. Jenis-jenis perlindungan meliputi asuransi, aset, dan tabungan pensiun.

Baca juga: Rumus Excel untuk Mengatur Pemasukan dan Pengeluaran

Bagaimana Cara Mengatur Keuangan Diri Sendiri?

Setelah mengetahui lima prinsip dasar dalam manajemen keuangan pribadi, berikut ini beberapa tips sederhana mengatur keuangan pribadi yang dapat kamu aplikasikan.

  1. Memakai Metode 10-20-30-40

Cara pertama agar kamu bisa mengelola keuangan demi tercapainya financial freedom adalah menerapkan metode 10-20-30-40. Metode ini memperkenalkan prinsip pembagian porsi keuangan yang proporsional.

Metode 10-20-30-40 artinya 10% dari seluruh gaji digunakan untuk sosial, 20% dari seluruh gaji untuk hiburan, 30% dari seluruh gaji untuk tabungan, dan 40% dari seluruh gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Metode ini cocok digunakan untuk siapa saja terlepas dari nominal gaji.

  1. Selalu Membuat Laporan Pengeluaran dan Pemasukan

Kemudian, salah satu upaya untuk mengontrol keuangan pribadi adalah dengan membuat laporan pengeluaran dan pemasukan. Kamu bisa mencatatnya secara manual di buku, membuat tabel di Excel, atau jika ingin praktis bisa memanfaatkan aplikasi finansial di smartphone.

Dengan mencatat laporan pengeluaran dan pemasukan setiap hari, kamu jadi tahu seluruh gajimu digunakan untuk apa saja. Selain itu, kamu juga bisa menekan pengeluaran jika anggaran sudah melebihi batas.

  1. Bergaya Sesuai Kemampuan

Kebanyakan orang terjerat hutang karena memiliki gaya hidup berlebihan tidak menyesuaikan pendapatannya. Solusi terbaiknya adalah memiliki gaya hidup sesuai dengan kemampuan.

Jangan sampai kamu memaksakan diri membeli barang-barang mewah di luar jangkauan hanya karena mengedepankan gengsi.

  1. Berhati-Hati dalam Memilih Pinjaman

Akhir-akhir ini banyak orang terjerat pinjaman online karena bunga yang tinggi dan berakhir tidak bisa membayar tagihan cicilannya. Maka dari itu, kamu harus berhati-hati dalam mengambil pinjaman.

Sebelum memutuskan mengambil pinjaman, pastikan jika kamu meminjam di lembaga yang terpercaya dan dijamin oleh OJK. Kemudian, pastikan juga bunga cicilannya tidak memberatkan kamu. Hal yang tak kalah penting adalah jangan ambil cicilan terlalu banyak yang berisiko mengganggu cash flow.

  1. Buat Rekening Khusus Menabung

Kesalahan menabung yang sering terjadi di orang-orang adalah tidak memisahkan uang tabungan dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Akibatnya uang yang seharusnya disisihkan untuk tabungan berakhir terpakai.

Tapi tenang saja, kamu bisa mengatasinya dengan membuat rekening khusus menabung. Pilihlah tabungan deposito agar uang tabungan milikmu tidak terkena inflasi. Kamu juga bisa menabung di aplikasi reksadana dan saham yang bisa di-install di smartphone.

Itu dia penjelasan lengkap seputar manajemen keuangan pribadi yang bisa kamu ikuti agar mencapai financial freedom di masa tua. Yuk, perkaya literasi keuanganmu dengan mengikuti kelas sertifikasi Intuit Personal Finance dari MyEduSolve. Dapatkan info menarik lainnya melalui laman MyEduSolve.

Sumber:

What Is Personal Finance, and Why Is It Important? https://www.investopedia.com/terms/p/personalfinance.asp (Diakses Januari 2024)

11 Cara Mengatur Keuangan Pribadi, Optimalkan Tabungan! https://www.ocbc.id/id/article/2021/06/03/cara-mengatur-keuangan-pribadi (Diakses Januari 2024)


Related Tags

Personal Finance
Keuangan Pribadi
pengembangan diri

810

Recommended Articles

Relevant Certifications

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.