Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Pengertian Firewall, Jenis-Jenis, dan Cara Kerjanya

Firewall adalah sebuah sistem keamanan jaringan yang banyak digunakan untuk melindungi dari serangan cybercrime. Simak selengkapnya mengenai firewall di artikel ini!

Posted: Monday, Nov 27, 2023

Share:

Pengertian Firewall, Jenis-Jenis, dan Cara Kerjanya cover

Di era digital seperti sekarang kejahatan tidak hanya terjadi di dunia nyata, tapi juga ikut merambah ke dunia maya. Sebagai milenial dan Gen Z yang aktif menggunakan internet, pastinya kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah virus, malware, dan cyber attack.

Biasanya serangan cyber mengincar privasi data seperti nomor identitas, nomor rekening, alamat email, alamat rumah, hingga nomor kartu kredit. Nah, untuk melindungi diri dari kejahatan cyber, kamu harus memasang sistem perlindungan atau firewall di jaringan komputer. Yuk, ketahui lebih dalam tentang firewall mulai dari fungsi, jenis-jenis, dan cara kerjanya hanya di artikel berikut.

Pengertian Firewall

Firewall adalah perangkat keamanan pada sistem jaringan internet yang dapat memantau traffic jaringan masuk dan keluar dalam jaringan pribadi. Firewall berperan untuk menyeleksi jaringan dan mengizinkan user untuk memblokir jaringan internet yang berisiko.

Jika diibaratkan firewall seperti gerbang yang mengatur arus masuk-keluar aktivitas web, serta sebagai penghalang antara jaringan internal yang aman dengan jaringan eksternal yang berisiko.

Tujuannya untuk mencegah serangan dan kejahatan cyber masuk melalui jaringan pribadi.

Jadi, kesimpulannya firewall merupakan sistem keamanan yang dapat mengontrol akses user dengan mengizinkan atau memblokir jaringan internet demi mengamankan user dari risiko kejahatan cyber seperti malware dan scam.

Baca juga: Ketahui Lebih dalam Mengenai Network Security dan Pentingnya untuk Bisnismu

Bagaimana Cara Kerja Firewall?

Sistem firewall bekerja dengan menyeleksi jaringan traffic internet yang masuk dan keluar. Setelah melakukan seleksi dan audit, sistem akan memutuskan jaringan manakah yang aman atau tidak aman.

Firewall dimaksudkan untuk mengamankan jaringan pribadi dan perangkat akhir (endpoint) sebagai host jaringan. Definisi dari host jaringan adalah sebuah perangkat untuk berkomunikasi dengan host lain dalam jaringan dengan saling mengirim-menerima jaringan internal dan eksternal.

Kemudian, saat terhubung dengan internet, perangkat akhir dan perangkat komputer saling mengirimkan data satu sama lain dalam jaringan server internet. Dalam jaringan internet tersebut, terjadi pemisahan jaringan (subnet) demi menjaga keamanan data privasi user. Secara umum subnet terbagi menjadi tiga segmen, yaitu:

  • External Public Network

External Public Network sering merujuk pada internet publik atau extranet.

  • Internal Private Network

Internal Private Network diartikan sebagai jaringan rumah, jaringan perusahaan, atau jaringan tertutup lainnya yang tidak bisa diakses sembarangan orang.

  • Perimeter Network

Perimeter Network adalah jaringan perbatasan yang memungkinkannya ada pertukaran data antara dari bastion host ke komputer host. Perimeter Network didedikasikan dengan keamanan yang cukup tinggi untuk menghalangi serangan cyber.

Perimeter Network dijadikan sebagai penyangga yang cukup aman antara jaringan internal dan jaringan eksternal. Selain itu, Perimeter Network juga dapat menampung layanan eksternal yang disediakan oleh jaringan internal seperti FTP, VoIP, dan sebagainya. Biasanya Perimeter Network ini digunakan di jaringan internet yang bisa diakses untuk publik.

Supaya dapat menyeleksi jaringan yang aman dan tidak aman secara akurat, sistem firewall menjalankan langkah-langkah berikut untuk menjaga dari serangan cyber.

  1. Pertahanan dari Ancaman Cyber

Sistem firewall dipasang di Perimeter Network untuk melindungi dari serangan cyber seperti malware atau upaya peretasan dalam jaringan.

  1. Logging dan Audit Jaringan

Sistem firewall akan menyimpan riwayat peristiwa yang nantinya dipakai administrator untuk mengidentifikasi pola untuk meningkatkan regulasi sebagai syarat mengizinkan atau memblokir jaringan. Sistem akan terus memperbarui regulasi secara berkala untuk mengimbangi ancaman cyber yang terus berkembang.

  1. Filtering

Sistem firewall akan menyeleksi setiap arus data yang masuk. Kemudian, mencocokkannya dengan regulasi yang sudah ditentukan. Barulah setelah itu firewall memutuskan akan mengizinkan atau memblokir jaringan yang masuk ke jaringan komputer.

  1. Mengontrol dan Memblokir Akses

Firewall dapat dipakai untuk mengontrol dan memblokir akses ke situs website dan layanan online tertentu untuk mencegah serangan cyber atau untuk suatu kepentingan. Misalnya, pemerintah dapat memasang sistem firewall pada jaringan publik untuk memblokir akses ke situs website yang tidak pantas. Tujuannya untuk memastikan seseorang mematuhi kebijakan berinternet yang ditentukan.

  1. Mengamankan Akses Jarak Jauh

Sistem firewall dapat digunakan untuk memberikan akses jarak jauh yang aman ke jaringan melalui jaringan pribadi virtual (VPN) atau teknologi akses jarak jauh lainnya.

Baca juga: Macam-Macam Pekerjaan di Bidang IT yang Harus Kamu Ketahui

Jenis-Jenis Firewall

Pembagian kategori pada firewall ditentukan berdasarkan cara memfilter data atau berdasarkan sistem yang dilindungi. Lalu, apa saja jenis-jenis firewall?

  1. Berdasarkan Sistem yang Dilindungi

Jika dilihat dari sistem yang dilindungi, jenis firewall terbagi menjadi dua, yakni Network Based dan Host Based.

  • Host Based

Sistem Host based firewall dipasang langsung di perangkat individu bukannya di seluruh jaringan. Biasanya pengguna harus mengunduhnya untuk melindungi dari malware.

  • Network Based

Sistem firewall bertindak sebagai penghubung antara jaringan internal dan eksternal. Network based firewall digunakan untuk menghentikan atau mengurangi akses ilegal ke jaringan pribadi yang terhubung ke internet dengan memblokir jaringan mencurigakan.

  1. Berdasarkan Cara Memfilter Data

Jika dilihat dari cara memfilter data, jenis firewall ada beberapa jenis, yaitu:

  • Packet-Filtering Firewall

Sistem akan memeriksa arus data dalam isolasi yang tidak bisa langsung terbaca.

  • Stateful Inspection Firewall

Sistem akan memeriksa traffic jaringan data untuk memutuskan apakah jaringan yang masuk tersebut berhubungan dengan jaringan data lainnya berdasarkan riwayat.

  • Circuit-Level Gateway Firewall

Sistem akan menyediakan keamanan dengan memonitor TCP antara arus data dari jaringan aman dengan arus data dari jaringan tidak aman.

  • Proxy Firewall

Sistem akan memeriksa arus data di lapisan aplikasi dari OSI (Open System Interconnection) yang merujuk pada model.

  • Next-Generation Firewall

Sistem menggunakan pendekatan multi-lapisan untuk mengintegrasi kemampuan firewall dengan IPS dan kontrol aplikasi.

  • Virtual Firewall

Sistem menyediakan seleksi traffic dan memonitor VM (virtual machine).

Baca juga: Cyber Security adalah: Definisi, Manfaat, dan Jenis Ancamannya

Itu dia penjelasan lengkap mengenai firewall, mulai dari definisi, jenis-jenis, dan cara kerjanya. Yuk, pelajari tentang sistem jaringan komputer dengan mendaftarkan diri ke program sertifikasi IT Specialist: Networking Certification dari MyEduSolve. Dapatkan info menarik lainnya dengan akses laman MyEduSolve.

Sumber:

Host-based firewall https://nordvpn.com/cybersecurity/glossary/host-based-firewall/ (Diakses November 2023)

Firewall https://www.techtarget.com/searchsecurity/definition/firewall (Diakses November 2023)

What is a firewall? Definition and explanation https://www.kaspersky.com/resource-center/definitions/firewall (Diakses November 2023)

Related Tags

Firewall
Teknologi

399

Relevant Certifications

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.