Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Panic Attack: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Sering mengalami panik secara tiba-tiba? Membaca artikel ini dapat membantumu untuk mengetahui apa itu panic attack dan cara mengatasinya!

Posted: Friday, Feb 17, 2023

Share:

Panic Attack: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya cover

Apakah kamu pernah merasa ketakutan dan kecemasan secara tiba-tiba sehingga membuat kamu panik?


Merasakan kondisi tersebut biasa disebut sebagai panic attack dan hal tersebut bisa terjadi kapan saja, dikarenakan ada faktor pemicu atau tanpa ada faktor pemicu sama sekali.


Akibatnya, kamu akan kehilangan kontrol diri sendiri dan jika tidak ditangani segera dapat memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental kamu.


Maka dari itu, kali ini MyEduSolve akan membantu untuk menjelaskan kepadamu definisi, gejala, dan cara mengatasi panic attack.


Simak penjelasannya berikut ini, ya!


Apa Itu Panic Attack

Mayo Clinic menjelaskan bahwa panic attack adalah episode rasa takut yang datang secara tiba-tiba dan intens yang memicu reaksi fisik yang parah, padahal tidak ada bahaya yang nyata atau penyebab yang jelas.


Kondisi panic attack bisa menjadi hal yang cukup menakutkan, dikarenakan kamu akan merasa kehilangan kontrol diri, mengalami serangan jantung, bahkan juga sekarat.


Sebagian orang mungkin pernah mengalami 1 atau 2 kali panic attack dalam hidup mereka dan kondisi tersebut hilang sepenuhnya, namun terkadang juga ada beberapa orang yang mengalami panic attack secara terus-menerus dan tidak terduga.


Jika mengalami hal demikian, kamu mungkin sedang mengalami kondisi yang disebut panic disorder.


Oleh karena itu, walaupun panic attack tidak sepenuhnya akan mengancam jiwa tapi jika tidak diatasi segera akan mempengaruhi kualitas hidup kamu.


Baca juga: Emotional Numbness: Apa Itu, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


Penyebab Panic Attack

Sebenarnya, panic attack muncul saat tubuh mempersiapkan respon untuk melawan atau menghindar sesuatu walau tidak ada sesuatu yang berbahaya.


Menurut Alodokter, berikut adalah beberapa faktor penyebab seseorang bisa mengalami panic attack:


  1. Stres berkelanjutan

  2. Trauma atau pengalaman yang membuat dirimu tertekan

  3. Anger management yang buruk sehingga rentan mengalami stres

  4. Perubahan suasana secara tiba-tiba, misalkan masuk ke ruangan yang ramai dan sesak

  5. Masalah kehidupan seperti perceraian atau permasalahan finansial

  6. Faktor genetik atau memiliki riwayat panic attack dalam keluarga

  7. Perubahan tertentu pada bagian fungsi otak

  8. Konsumsi kafein secara berlebihan

  9. Aktivitas fisik yang terlalu berat


Gejala Panic Attack

Panic attack datang secara tiba-tiba dan dapat berlangsung di situasi apapun.


Kamu bisa mengenali kalau sedang mengalami panic attack dengan gejala-gejala berikut ini:


  1. Berkeringat secara berlebihan

  2. Gelisah dengan pikiran yang tidak masuk akal

  3. Memiliki rasa takut yang berlebihan

  4. Gemetar atau menggigil

  5. Sesak napas

  6. Nyeri dada

  7. Merasa mati rasa atau kesemutan

  8. Mual

  9. Sakit kepala

  10. Jantung berdebar


Cara Mengatasi Panic Attack

Mind Organization menyatakan jika kamu sedang mengalami panic attack, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sendiri untuk menangani kondisi tersebut, yaitu:


  1. Fokus dan coba untuk mengontrol pernapasan

  2. Fokus kepada indera kamu, misalnya makan permen atau memeluk bantal yang halus

  3. Melakukan teknik grounding, yaitu fokus kepada memori atau hal yang membuat kamu tenang hingga memperhatikan lingkungan sekitar


Namun, jika kamu sering mengalami panic attack yang menurutmu sudah tidak terkontrol dan mengganggu kehidupanmu, maka kamu segera konsultasi permasalahan itu ke Psikolog dan Psikiater untuk diberikan obat serta terapi.


Setidaknya jika kamu sudah sering mengalami panic attack, beberapa penanganan yang dilakukan seperti:


  1. Konsumsi obat-obatan

Saat berkonsultasi ke Psikiater, kamu akan diberikan obat-obatan yang dapat membantumu mencegah munculnya panic attack.


Salah satu obat yang sering diberikan yaitu obat penenang atau antidepresan, contohnya:


  • Fluoxetine

  • Sertraline

  • Venlafaxine

  • Alprazolam

  • Clonazepam


Mengonsumsi obat-obatan tidak bisa dihentikan secara tiba-tiba, melainkan dikurangi dosisnya perlahan dan dibawah pengawasan Psikiater.


  1. Melakukan terapi

Selain mengonsumsi obat-obatan, kamu mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan terapi dengan Psikolog.


Salah satu jenis terapi yang sering digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yaitu terapi yang dapat membantumu untuk memahami serta meyakini kalau panic attack tidak membahayakan dan bisa ditangani secara mandiri.


Selain itu, kamu akan diajari untuk merubah respon perasaan dan perilaku negatif menjadi lebih positif.


Baca juga: Coping Mechanism: Pengertian, Tips, dan Cara Menemukannya


  1. Hidup sehat

Mulai hidup sehat bisa menjadi langkah yang penting untuk mencegah panic attack bisa terjadi.


Kamu bisa melakukan gaya hidup sehat seperti:


  • Cukup tidur dan berolahraga

  • Mengonsumsi makanan yang sehat

  • Mengurangi konsumsi stimulan seperti kafein

  • Mencari dukungan untuk bercerita seperti ke keluarga dan teman terdekat


Demikian penjelasannya, MESFriend! Jika kamu punya pertanyaan seputar tips karier dan kesehatan mental namun bingung harus bertanya ke siapa, bisa kamu ceritakan secara anonim ke HR Profesional dan Psikolog MyEduSolve hanya di #TalkToDIAN, ya!

Related Tags

Panic Attack

1,740

Recommended Articles

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.