Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Pahami Apa Itu Behavioral Targeting untuk Digital Marketing!

Intip rahasia behavioral targeting, ini jenis-jenis dan manfaatnya pada digital marketing. Pelajari strategi ampuh untuk iklan yang lebih relevan pada audiens!

A journalism graduate now navigating the SEO landscape, I blend journalistic insight with a witty, engaging style, ensuring content is as captivating as it is search-optimized.

Posted: Tuesday, Mar 19, 2024

Ditinjau oleh Mentor MyEduSolve

Share:

Pahami Apa Itu Behavioral Targeting untuk Digital Marketing! cover

Ketika kamu ingin berjualan online, sebaiknya cari tahu dulu tentang behavioral targeting dari konsumen potensial yang akan menjadi target pasar kamu.

Pengertian behavioral targeting adalah salah satu pendekatan periklanan yang memungkinkan pengiklan memunculkan promosi yang relevan pada calon konsumen berdasarkan kebiasaannya.

Pendekatan ini penting dipahami oleh pelaku usaha terutama pengusaha berbasis online. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai behavioral targeting di artikel berikut.

Apa Itu Behavioral Targeting?

Dalam berbisnis online, metode promosi yang digunakan sangat mempengaruhi tingkat penjualan. Penggunaan metode tradisional seperti promosi acak sudah tidak terlalu efektif jika diterapkan untuk bisnis online. Justru kesuksesan promosi bisnis online harus menggunakan strategi khusus dan dapat dipantau melalui rasio klik tayang dan konversi.

Secara garis besar behavioral targeting merupakan salah satu metode promosi yang digunakan pelaku bisnis online agar bisa menampilkan iklan mereka pada target pasar secara relevan.

Tujuannya untuk mendistribusikan iklan secara luas dan masif pada populasi yang jadi target konsumen berdasarkan perilaku dan aktivitas mereka secara online.

Supaya target yang dituju tak meleset, pelaku bisnis melakukan riset perilaku konsumen dengan melihat kebiasaannya dalam berbelanja online. Data yang dikumpulkan seperti keyword yang sering dicari konsumen di situs penelusuran, laman web yang kerap diakses, riwayat pembelian, hasil pencarian yang diinginkan konsumen, link yang sering di-klik oleh konsumen, waktu yang sering dihabiskan konsumen dalam situs e-commerce, dan masih banyak lagi.

Informasi-informasi yang didapatkan hasil riset tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan iklan yang sesuai dengan minat konsumen.

Dengan melihat perilaku dan kebiasaan calon konsumen di internet, pebisnis bisa lebih spesifik dalam membidik calon konsumen potensial.

Tidak hanya itu saja, pebisnis juga bisa menjangkau pasar lebih luas dan memperkirakan apakan calon konsumen tersebut tertarik dan membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.

Baca juga: Technical Skill: Pengertian, Contoh, dan Manfaat

Manfaat Behavioral Targeting

Dengan menerapkan metode behavioral targeting dalam pemasaran online, pelaku bisnis akan merasakan beberapa manfaat pada perkembangan bisnisnya. Berikut ini kelebihan menggunakan behavioral targeting untuk bisnis online.

  1. Meningkatkan Relevansi dan Interaksi dengan Target Konsumen

Salah satu manfaat menggunakan behavioral targeting untuk promosi bisnis online adalah memungkinkan perusahaan menyajikan konten yang sudah dipersonalisasi pada target konsumen sesuai dengan kebiasaan dan perilaku konsumen dalam aktivitas online mereka. 

Perusahaan pun dapat memahami preferensi dan minat konsumen melalui behavioral targeting ini, sehingga dapat meningkatkan relevansi konten promosi dan mendorong terjadinya interaksi dengan konsumen.

Contoh interaksi konsumen misalnya konsumen yang mulai mengikuti akun media sosial perusahaan, konsumen meninggalkan suka atau komentar pada salah satu postingan di sosial media perusahaan, dan konsumen membuka tautan yang dibagikan di akun sosial media perusahaan.

  1. Menambah Pengalaman Konsumen

Manfaat lainnya adalah dapat menambah pengalaman konsumen dalam berbelanja online. Dengan menerapkan behavioral targeting dalam strategi pemasaran online, perusahaan akan menambah pengalaman pengguna karena konsumen akan disuguhkan konten iklan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Konsumen nantinya akan merasa dipahami dan dihargai, karena perusahaan menawarkan solusi yang dibutuhkan konsumen. Maka dari itu, jika perusahaan dapat memanfaatkan strategi behavioral targeting dengan baik pada bisnisnya akan menumbuhkan persepsi positif dan mendorong loyalitas konsumen terhadap suatu brand.

Baca juga: Email Marketing: Definisi, Manfaat, dan Cara Melakukannya

  1. Efisiensi Budget Pemasaran

Dalam mempromosikan sebuah produk atau jasa, tentunya pelaku bisnis perlu menyiapkan dana khusus pemasaran. Namun, tak jarang juga pelaku bisnis sudah menggelontorkan banyak uang untuk promosi, tetapi timbal baliknya masih belum sesuai harapan. 

Nah, salah satu penyebabnya adalah kesalahan dalam strategi marketing. Misalnya perusahaan masih menggunakan metode pemasaran tradisional yang melibatkan populasi luas dalam mempromosikan suatu produk dengan harapan dapat menjangkau calon konsumen potensial sebanyak-banyaknya.

Akan tetapi, cara tradisional tersebut dinilai kurang efisien, memakan banyak biaya, dan sudah tidak terlalu relevan terlebih jika digunakan untuk promosi bisnis online. Sebab, metode pemasaran tersebut menjaring target yang terlalu luas dan berpotensi besar menargetkan individu yang sama sekali tidak tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Jadi, dengan menerapkan metode behavioral targeting, pelaku bisnis akan menekan biaya pemasaran dengan hanya memasarkan iklan pada calon konsumen yang benar-benar berminat pada produk dan jasa mereka.

Jenis-Jenis Behavioral Targeting

Metode behavioral targeting yang umum digunakan dalam bisnis online terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan sumber datanya. Kira-kira terdiri dari apa saja? Yuk, simak!

  1. Interaksi Konsumen dengan Website

Pemilik bisnis dapat mempersonalisasi target pemasaran mereka melalui interaksi konsumen dengan website seperti menekan tautan yang kemudian diarahkan ke laman resmi perusahaan di iklan pop-up yang sudah dipersonalisasi sesuai minat mereka.

  1. Partisipasi Konsumen pada Kampanye Iklan

Keterlibatan konsumen pada kampanye iklan maksudnya adalah strategi perusahaan yang mengirimkan e-mail tertentu pada konsumen berdasarkan interaksi mereka terhadap iklan yang dikampanyekan. Biasanya perusahaan akan mengirimkan e-mail secara teratur pada konsumen, baik yang sering terlibat atau bahkan yang jarang membuka e-mail.

Baca juga: Asah 11 Skill Digital Marketing Ini untuk Siap Bersaing!

  1. Perilaku Transaksi Konsumen

Perilaku transaksi konsumen menjadi salah satu sumber data yang kuat untuk mempersonalisasi behavioral targeting. Sebab, melalui data perilaku transaksi konsumen, pelaku bisnis dapat mempromosikan dan menyarankan produk tertentu di beranda aplikasi e-commerce.  

  1. Interaksi Konsumen

Dalam menerapkan behavioral targeting, penting untuk meningkatkan keterlibatan konsumen, yaitu mendorong konsumen agar berinteraksi pada akun merchant, akun media sosial, maupun website perusahaan. Seperti menghubungi konsumen yang melihat-lihat katalog toko atau memberi selamat pada konsumen yang sudah berhasil menyelesaikan satu transaksi.

Contoh Behavioral Targeting

Nah, supaya kamu bisa lebih memahami tentang behavioral targeting, berikut ini contoh-contoh prakteknya.

  1. Cross-Selling untuk Boosting Penjualan

Cross-selling merupakan praktek penerapan behavioral targeting yang umum dipraktekkan. 

Pebisnis yang sudah mengetahui perilaku konsumen akan menawarkan produk miliknya yang memang diminati konsumen. Namun selain itu, mereka juga menawarkan produk alternatif lainnya yang mirip. 

Harapannya konsumen akan tertarik dan berinteraksi juga dengan promosi produk tersebut.

  1. Kampanye Promosi di E-Mail

Melalui promosi via e-mail, pelaku bisnis dapat mempersonalisasikan promosi berdasarkan perilaku konsumen dalam mengakses website atau menggunakan aplikasi. 

Misalnya perusahaan dapat mengirim e-mail pengingat pada konsumen agar segera check-out belanja yang masih ada di keranjang atau mengingatkan pada konsumen yang sudah lama tidak membuka akun e-commerce mereka untuk melihat promosi terbaru.

  1. Mendekati Konsumen untuk Meningkatkan Retensi

Praktek behavioral targeting paling mudah adalah dengan mendekati konsumen untuk promosi ulang. Tujuannya agar bisa membujuk konsumen kembali berbelanja atau sekadar melihat-lihat katalog.

  1. Menargetkan Konsumen Berdasarkan Lokasi

Menargetkan konsumen berbasis lokasi dapat menjangkau konsumen berdasarkan aktivitas di dunia nyata. Pebisnis dapat menerapkan cara ini jika ingin toko mereka dikunjungi banyak orang secara offline.

Itu dia pengetahuan seputar behavioral targeting yang perlu kamu ketahui, terutama jika kamu ingin bekerja sebagai social media specialist atau ingin memulai bisnis online. Kamu bisa mempelajari behavioral target lebih dalam di program sertifikasi Meta Digital Marketing Associate. Dapatkan program sertifikasi menarik lainnya di sini.

Sumber:

Behavioral Targeting: What it is with Examples https://www.questionpro.com/blog/behavioral-targeting/ (Diakses Maret 2024)

What is behavioral targeting? https://mailchimp.com/resources/what-is-behavioral-targeting/ (Diakses Maret 2024)

Apa itu Behavioral Targeting dan Bagaimana Manfaatnya Bagi Anda? https://accurate.id/digital-marketing/apa-itu-behavioral-targeting/ (Diakses Maret 2024)

Related Tags

Pengembangan Skill
Behavioral Targeting
Meta

177

Relevant Certifications

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.