Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Layoff: Definisi, Penyebab, dan Cara Menyikapinya

Mari ketahui apa itu layoff, penyebabnya, dan cara menyikapinya jika kamu terdampak!

Posted: Tuesday, Dec 06, 2022

Share:

Layoff: Definisi, Penyebab, dan Cara Menyikapinya cover

Saat ini, beredar berita bahwa banyak terjadi layoff startup yang terjadi tidak hanya di Indonesia, namun juga seluruh dunia.


Hal ini tentunya berdampak buruk kepada tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya, sehingga membuat bertanya-tanya apa penyebab layoff sendiri.


Kali ini, MyEduSolve akan menjelaskan kepada kamu tentang apa itu layoff, penyebab yang mengakibatkan layoff, hingga cara menyikapinya jika kamu adalah salah satu yang terdampak.


Untuk itu, mari kita simak penjelasannya berikut ini.


Apa Itu Layoff

Menurut Investopedia, layoff adalah pemutusan hubungan kerja yang sifatnya sementara atau permanen karena alasan yang tidak terkait dengan performa karyawan.


Saat diberhentikan, biasanya karyawan akan kehilangan semua gaji dan tunjangan dari perusahaan, namun tetap diberikan kompensasi pengangguran dan asuransi.


Layoff sendiri bisa berdampak dari ratusan hingga ribuan pekerja sebagai bentuk upaya perusahaan agar memotong biaya tambahan.


Hal ini bisa terjadi karena perusahaan sedang mengupayakan restrukturisasi ulang atau penurunan ekonomi global yang secara tidak langsung bisa berdampak kepada perusahaan.


Baca juga: Mentoring: Pengertian dan Manfaat yang Bisa Diraih


Penyebab Layoff

Indeed menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mengakibatkan sebuah perusahaan melakukan layoff, berikut adalah penyebabnya:


  1. Biaya yang kurang

Penyebab yang pertama ini sangat umum terjadi bagi perusahaan rintisan atau startup yang baru saja menjalankan operasinya.


Biasanya ini terjadi karena sebuah perusahaan gagal untuk mendapatkan keuntungan, adanya hutang, atau kalau di startup gagal untuk mendapatkan dana dari investor.


Untuk menutup biaya operasional, perusahaan akan memberhentikan karyawannya agar dana bisa dialokasikan di tempat yang lain.


Namun, perusahaan harus bersikap serius dan melakukan pemberhentian karyawannya dengan cara yang benar agar tidak terjerat dalam masalah hukum.


  1. Penutupan bisnis

Jika sebelumnya sebuah perusahaan melakukan layoff karena kurang biaya, maka penyebab berikutnya bisa dibilang lebih buruk, karena perusahaannya bangkrut.


Hal ini bisa terjadi karena perusahaan terus merugi walaupun sudah melakukan berbagai strategi penghematan biaya, salah satunya adalah dengan layoff karyawan.


Dengan melakukan layoff karyawan, perusahaan mempertahankan beberapa karyawan inti untuk menjalankan sisa bisnis dan operasional.


Namun, jika semua strategi tidak berhasil, maka karyawan inti tersebut juga akan terkena layoff dan perusahaan gulung tikar.


  1. Optimalisasi peran karyawan

Penyebab berikutnya karena perusahaan mungkin mempunyai kelebihan staf dan adanya perubahan pada beberapa peran manajerial.


Perusahaan memutuskan untuk layoff dengan alasan agar aktivitas operasionalnya bisa lebih efektif.


Selain itu, perusahaan melakukan langkah tersebut untuk mengoptimalkan beberapa divisi tertentu karena target perusahaan yang berubah.


  1. Terjadinya merger dan akuisisi

Saat dua perusahaan yang berbeda menjadi satu atau merger, akan muncul kepemimpinan baru yang mempunyai visi dan target perusahaan yang berbeda dari sebelumnya.


Hal ini akan berdampak kepada keputusan manajerial yang berbeda seperti penghematan anggaran serta penghilangan posisi agar lebih efisien dan efektif.


Begitu juga dengan saat akuisisi, yaitu saat perusahaan berbeda mengambil alih perusahaan lain yang tentunya bisa berdampak kepada kebijakan perusahaan yang berbeda dari sebelumnya.


Baca juga: Team Leader Adalah: Pengertian, Tugas, dan Skills yang Wajib Dimiliki


Cara Menyikapi Saat Terkena Layoff

Pasti kita sadari bahwa tidak ada yang mau untuk terkena layoff


Pastinya, saat terkena layoff, pendapatan kamu akan hilang dan jadinya harus kembali lagi untuk mencari kerja.


Namun, jika kondisi saat ini kamu terkena layoff, berikut adalah cara agar kamu bisa menyikapinya dengan benar:


  1. Tenangkan diri

Tidak apa-apa jika kamu merasa sedih saat mendengar kabar kamu terkena layoff.


Luangkan waktu sebanyak mungkin untuk memproses perasaan kamu, sehingga momen tersebut bisa menjadi ajang untuk mengenal dirimu lebih baik.


Selain itu, kamu bisa menenangkan diri dengan bercerita kepada orang yang kamu percayai seperti keluarga dan teman terdekat.


Dengan menceritakan hal tersebut kepada orang lain, kamu akan merasa tidak sendirian dalam melewati proses ini.


  1. Pikirkan kembali tujuan karier

Saat kondisi kamu sudah mulai tenang, kamu bisa memulai untuk memikirkan kembali tujuan karier kamu untuk kedepannya seperti apa.


Kamu bisa memikirkan kembali apa tujuan hidup kamu, perusahaan apa yang menurut kamu ideal, hingga hingga daftar aktivitas apa saja yang bisa menunjang tujuan hidup kamu berikutnya.


Contohnya, kamu bisa mulai membuat cv dan portofolio terbaru atau mengikuti sertifikasi online agar lebih siap kembali bekerja.


  1. Persiapkan untuk mencari kerja berikutnya

Setelah kamu sudah merapikan cv dan portofolio beserta mengumpulkan banyak sertifikasi, sudah saatnya kamu untuk bergerak lagi dan menatap ke depan.


Mencari kerja bukanlah perkara yang mudah, karena itu pastikan kamu persiapkan secara fisik dan mental agar proses mencari kerjanya bisa berjalan dengan baik.


Demikian penjelasan tentang layoff, MESFriend! Jika kamu punya pertanyaan seputar karier dan kesehatan mental tapi bingung bisa tanya ke siapa, kamu bisa ceritakan seluruh keluh kesahmu secara anonim lewat #TalkToDIAN, ya!


Related Tags

Layoff Adalah

3,583

Recommended Articles

Kenali Metode Pemrograman OOP (Object Oriented Programming) cover

Posted: 9 months ago

15 Min Read

Cara Mudah Menambahkan Font di Photoshop cover

Posted: 9 months ago

12 Min Read

Dampak Terlalu Sibuk Bekerja dan Cara Mengatasinya cover

Posted: a year ago

8 Min Read

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.