Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Fenomena Quiet Quitting, Apakah Itu dan Mengapa Bisa Terjadi?

Baru mendengar istilah quiet quitting? Mari telusuri fenomena terbaru ini dan kenapa bisa terjadi di dunia kerja.

Posted: Monday, Sep 12, 2022

Share:

Fenomena Quiet Quitting, Apakah Itu dan Mengapa Bisa Terjadi? cover

Pernahkah kamu merasa kalau ingin bekerja dengan sewajarnya saja? Atau kamu hanya bekerja sesuai porsi atau job-description yang telah diberikan oleh perusahaan kamu? Mungkin secara tidak sadar kamu telah mengimplementasikan quiet quitting, MESFriend! Tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud quiet quitting dan apakah merugikan buat dirimu? Simak penjelasannya berikut ini!


Apakah Itu Quiet Quitting?

Menurut Harvard Business Review, quiet quitting merupakan sikap dari karyawan yang biasanya kurang bersedia untuk bekerja lebih keras atau kreatif. Berbeda dengan resign kerja secara diam-diam, melainkan karena karyawan hanya ingin mencapai work life balance dan menganggap bekerja bukan fokus utamanya.


Baca juga: Wajib Tahu! Tips Agar Karyawan Baru Cepat Beradaptasi


Kenapa Bisa Terjadi?

Fenomena quiet quitting terjadi bukanlah karena faktor tunggal. Beberapa alasan bisa menjadi faktor kenapa seseorang bisa melakukan quiet quitting menurut Alodokter. Berikut alasannya:

  1. Kegagalan atau kekecewaan di tempat kerja, seperti tidak mendapatkan promosi jabatan atau kurangnya apresiasi

  2. Rekan kerja dan lingkungan toxic

  3. Kelelahan karena beban kerja yang banyak

  4. Perasaan takut kalau dilimpahkan kerjaan tambahan

  5. Bosan karena melakukan pekerjaan yang itu-itu saja

  6. Waktu untuk kehidupan pribadi sangat kurang

  7. Punya pemikiran kalau yang bikin kaya hanya perusahaannya saja, bukan dirinya


Sisi Baik dan Buruknya?

Seseorang yang ingin melakukan quiet quitting mempunyai tujuan untuk mencapai work life balance, yang sebenarnya itu merupakan sisi yang baik jika ingin dilakukan. Namun, tidak hanya itu saja hal yang baik untuk melakukan quiet quitting, berikut hal lainnya:


  1. Terhindar dari kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya karena burnout

  2. Mengurangi risiko masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya

  3. Kualitas hidup lebih baik karena memiliki waktu untuk dirinya sendiri dan orang terdekat


Baca juga: Tak Perlu Cemas! Jika Kamu Masuk Fase Quarter Life Crisis


Walaupun quiet quitting punya dampak baik bagi orang yang menjalaninya, quiet quitting justru juga punya kekurangannya yang dapat berpengaruh buruk, lho. Berikut dampak buruknya:


  1. Punya kecenderungan menyepelekan pekerjaan karena bekerja sewajarnya

  2. Dengan bekerja seadanya, membuat orang jadi merasa bosan dan menganggap pekerjaannya sia-sia

  3. Kesempatan untuk dapat jabatan yang diinginkan hanya jadi angan belaka karena kinerja cuma segitu saja

  4. Bisa kehilangan pekerjaan


Itulah penjelasan fenomena quiet quitting, MESFriend! Jika kamu mempunyai pertanyaan seputar dunia kerja atau kesehatan mental, kamu dapat bertanya kepada DIAN agar keresahanmu dapat terjawab langsung!

Related Tags

quiet quitting
apa itu quiet quitting

5,708

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.