Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Ketahui Kisi-Kisi Materi Ujian Sertifikasi Adobe Dreamweaver dan Sukses Lulus Ujian!

Butuh persiapan sebelum ikut ujian sertifikasi Adobe Certified Professional Adobe Dreamweaver? Simak kisi-kisi soal tes yang akan diuji dari artikel ini!

A journalism graduate now navigating the SEO landscape, I blend journalistic insight with a witty, engaging style, ensuring content is as captivating as it is search-optimized.

Posted: Thursday, May 02, 2024

Ditinjau oleh Mentor MyEduSolve

Share:

Ketahui Kisi-Kisi Materi Ujian Sertifikasi Adobe Dreamweaver dan Sukses Lulus Ujian! cover

Pernahkah kamu mengunjungi sebuah website dengan tampilan yang berantakan? Ketika kamu menemui hal ini, tentu saja kamu jadi tak nyaman melihatnya dan ingin buru-buru menutup laman website tersebut.

Untuk mengubah desain pada tampilan website, banyak website developer menggunakan software Adobe Dreamweaver untuk membuat desain website yang menarik dan nyaman dilihat.

Jika kamu bisa mengoperasikan Adobe Dreamweaver dan ingin terjun berkarir sebagai website developer profesional, sangat disarankan untuk mengambil sertifikasi Adobe Dreamweaver yang diinisiasi langsung oleh Adobe Inc.

Dalam artikel ini akan membahas tentang manfaat memiliki sertifikasi Adobe Dreamweaver dan rangkuman materi ujian sertifikasi Adobe Dreamweaver yang bisa dipelajari untuk persiapan tes. Simak sampai akhir artikel, ya!

Manfaat Memiliki Sertifikasi Adobe Dreamweaver

Adobe Dreamweaver adalah sebuah platform yang diproduksi Adobe Inc untuk membuat, mempublikasi, dan mengelola website serta konten digital. Bahasa pemrograman yang dipakai di Adobe Dreamweaver adalah HTML, JavaScript, CSS, dan lain-lain.

Sudah banyak website developer yang menggunakan software Adobe Dreamweaver ini karena berbagai alasan, yaitu:

  • Desain interface-nya modern.

  • Bisa melihat hasil edit teks dan gambar secara live view hanya dengan satu kali klik.

  • Khusus pada pengguna Windows dapat meninjau website dari beberapa monitor sekaligus.

  • Mendukung panel Git yang memungkinkan website developer mengelola seluruh kode sumber di Adobe Dreamweaver.

Untungnya Adobe Dreamweaver dapat dipelajari oleh berbagai level karir, mulai dari website developer di tingkat junior hingga di tingkat profesional.

Bagi kamu yang masih berada di entry-level dan ingin memperluas peluang serta mempertajam keterampilan dalam mengoperasikan Adobe Dreamweaver, bisa ikut program sertifikasi yang diadakan oleh Adobe bekerja sama dengan Certiport.

Program sertifikasi ini dapat menunjang karir kamu sebagai website developer junior, karena bila kamu berhasil lulus ujian sertifikasi, kamu akan diakui sebagai website developer profesional yang sudah memiliki pengalaman setara 150 jam kerja.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Pengertian dan Fungsi Adobe Dreamweaver untuk Web Desainer

Materi Ujian Program Sertifikasi Adobe Dreamweaver

Industri kreatif memiliki persaingan kerja yang cukup ketat. Untuk bisa bertahan, tentu harus memiliki nilai tambah dibandingkan pesaing lainnya. Salah satu caranya dengan memiliki sertifikat profesional.

Dengan memiliki sertifikat profesional di suatu bidang, kemampuanmu akan diakui secara resmi dan peluangmu untuk direkrut perusahaan jadi semakin besar.

Program kredensial Adobe Dreamweaver ini akan menguji pengetahuan, pemahaman konsep, serta pemikiran kritis dari pesertanya agar dapat memaksimalkan pengoperasian software Adobe Dreamweaver di dunia kerja.

Ujian akan diadakan selama 50 menit dengan soal pilihan ganda. Nantinya soal yang disajikan akan berupa pertanyaan interaktif, skenario realistis, pertanyaan praktikal, dan juga pertanyaan konseptual.

Supaya kamu lebih maksimal dalam belajar dan bisa lulus ujian dalam satu kali percobaan, yuk simak rangkuman kisi-kisi materi ujian sertifikasi Adobe Dreamweaver berikut:

  1. Pengetahuan Dasar di Industri Website Developer

Peserta akan diberikan pertanyaan mengenai pengetahuan dan konsep dasar di industri website developer yang meliputi beberapa hal, seperti metode komunikasi, pengetahuan dasar tentang hukum, prinsip desain, pendekatan kreatif, dan sebagainya. Berikut penjabaran lebih jelasnya:

  • Cara mengidentifikasi tujuan klien, target audiens, kebutuhan klien, dan pengalaman pengguna sebelum mulai membuat proyek.

  • Cara menerapkan teknik komunikasi efektif untuk dapat mengkomunikasikan ide serta rencana pada rekan kerja dan klien serta memiliki pemahaman kuat tentang project management.

  • Dapat mengetahui dasar-dasar dan jenis hukum seputar hak cipta, izin, dan lisensi apabila hendak memakai konten dari pihak ketiga.

  • Dapat memahami dan menjelaskan terminologi yang sering dipakai di industri website development dan desain. Meliputi topik search engine optimization, search engine, web security, dan konsep-konsep website development.

  • Dapat memahami tentang prinsip dasar desain dan cara terbaik menerapkannya di lapangan.

 Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Adobe Dreamweaver untuk Buat Website

  1. Setup dan Interface di Adobe Dreamweaver

Pertanyaan seputar interface dan setup dalam Adobe Dreamweaver juga akan muncul dalam soal ujian. Berikut ini materi yang perlu dipelajari:

  • Cara membuat situs baru dengan pengaturan yang memadai. Pelajari topik mengenai root folder, local/remote/testing sites, FTP settings, starter templates, DOCTYPE, GIT repositories, frameworks, dan sebagainya.

  • Cara mengorganisir, menyesuaikan, dan mengatur workspace di dalam software seperti toolbar, status bar, code view, design view, live view, resetting workspace, real-time preview, site, dan masih banyak lagi.

  • Cara memakai tools desain yang tidak muncul di interface dalam membantu pengerjaan proyek. Contohnya window size, folder directories, real-time preview, orientation, magnification, dan lain-lain.

  • Cara mengelola dan mengatur aset dalam sebuah proyek yang meliputi edit, copy, delete, moving, permission settings, dan lain-lain.

 

  1. Pengelolaan Konten dalam Halaman Website

Pertanyaan tentang pengelolaan konten dalam halaman website tentu tidak boleh luput dari deretan soal ujian. Di bawah ini rangkuman kisi-kisinya:

  • Cara mengorganisir struktur halaman yang terdiri dari DOM panel, SOM structures, element hierarchy (header, footer, bidy, script, article, span, div), property nesting elements.

  • Cara menerapkan konsep desain yang responsif dan adaptif yang melibatkan fitur breakpoints, media queries, CSS measurement units, dan lain-lain.

 

  1. Membuat dan Memodifikasi Konten Website dengan Coding

Seorang website developer harus melakukan coding dalam membuat dan mengembangkan halaman website. Maka dari itu, pertanyaan seputar coding akan muncul di ujian sertifikasi. Untuk kisi-kisi soalnya akan dirangkum sebagai berikut:

  • Cara mengorganisir dan menampilkan konten pada website menggunakan HTML. Topik yang akan dibahas meliputi:

  1. Mengidentifikasi penggunaan <html>, <head>, <body>, dan <div>.

  2. Membedakan elemen block dengan inline.

  3. Mengatur format konten menggunakan headings, paragraphs, dan lists.

  4. Memasukkan dan memanipulasi foto, video, suara, dan animasi.

  5. Membuat, mengella, dan mengedit hyperlink.

  • Cara mengaplikasikan elemen tabel dan semantik untuk mendeskripsikan konten.

  • Cara mendesain laman web menggunakan CSS yang meliputi:

  1. Konfigurasi pada initial page properties.

  2. Mengatur fonts.

  3. Membuat dan mengelola pengaturan CSS menggunakan CSS designer panel.

  4. Membuat dan menggunakan inline style, internal style, dan external style.

  5. Membuat dan memodifikasi selektor yang secara spesifik merujuk pada elemen HTML.

  6. Mengaplikasikan CSS declaration.

  7. Mengorganisir layout dalam web page.  

  • Menambah interaktivitas menggunakan JavaScript.

 Baca juga: Harus Tahu! Berikut Fungsi Adobe Dreamweaver untuk Pemula

5. Publikasi ke Media Digital

Pada langkah terakhir adalah publikasi ke media digital. Berikut ini perkiraan materi yang akan keluar di soal ujian:

  • Cara menyiapkan proyek untuk dipublikasikan (setup dan memeriksa errors).

  • Mempublikasikan website (menyimpan halaman web dan mempublikasi live site).

Itu dia ulasan rangkuman materi ujian sertifikasi Adobe Dreamweaver yang wajib dipelajari kalau kamu ingin dapat hasil ujian maksimal. Kamu juga dapat daftarkan diri ke program sertifikasi Web Authoring using Adobe Dreamwaver Certification yang ditawarkan MyEduSolve. Info menarik lainnya akses laman MyEduSolve.

Related Tags

Adobe Dreamweaver
Materi Ujian

216

Relevant Certifications

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.