Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Apa itu Creative Thinking, Jenis, Manfaat, dan Tips Mengasahnya!

Ketahui apa itu creative thinking dan temukan solusi terbaik melatih soft skill tersebut untuk persiapan terjun dalam dunia kerja.

A journalism graduate now navigating the SEO landscape, I blend journalistic insight with a witty, engaging style, ensuring content is as captivating as it is search-optimized.

Posted: Tuesday, Jun 13, 2023

Ditinjau oleh Mentor MyEduSolve

Share:

Apa itu Creative Thinking, Jenis, Manfaat, dan Tips Mengasahnya! cover

Banyak orang belum menyadari peran penting creative thinking pada produktivitas kerja. Orang-orang beranggapan jika creative thinking hanya diperlukan oleh pekerja seni dan kreatif saja, padahal anggapan tersebut salah besar. Yuk, ketahui lebih jauh lagi tentang pentingnya creative thinking di dunia kerja yang akan diulas dalam artikel berikut.

Apa yang Dimaksud dengan Creative Thinking?

Creative thinking adalah kemampuan seseorang dalam berpikir dengan cara yang unik dan inovatif untuk menyelesaikan suatu masalah.

Faktanya, kemampuan ini perlu dimiliki dan dikembangkan untuk dapat bertahan di dunia kerja. Creative thinking tidak hanya dipakai di sektor pekerjaan yang mengandalkan kreatif saja tetapi di seluruh industri.

Dalam dunia kerja, soft skill berpikir kreatif sangat diperlukan karena biasanya solusi-solusi atas permasalahan perusahaan dapat diselesaikan melalui proses berpikir kreatif.

Pada praktek creative thinking di dunia kerja, biasanya seseorang atau sebuah tim akan melakukan brainstorming atau mengumpulkan ide-ide. Setelah proses pengumpulan ide selesai, ide-ide tersebut dieksekusi sebagai bagian dari eksperimen.

Lalu, dari eksperimen tersebut, seseorang atau tim akan melakukan penilaian dalam berbagai sudut pandang. Kemudian, menarik kesimpulan ide manakah yang tepat diterapkan agar sebuah proyek berhasil atau kendala di perusahaan dapat selesai.

Biasanya orang yang mampu berpikir kreatif, dapat berpikiran terbuka, tidak takut mengambil risiko, dan suka tantangan. Berikut ini contoh-contoh praktek creative thinking di dunia kerja.

  1. Melakukan brainstorm interaktif untuk mengumpulkan konsep dan ide-ide ketika hendak mengadakan suatu proyek atau menyelesaikan kendala di perusahaan.

  2. Mengevaluasi proyek yang sedang berlangsung dan membuat rencana lain untuk memperbaiki prosesnya.

  3. Mengobservasi cara lain dan membuat eksperimen untuk memperkenalkan dan memasarkan produk.

  4. Mengembangkan cara inovatif untuk menjangkau pelanggan.

  5. Mengidentifikasi peluang untuk mempromosikan merek perusahaan dengan cara yang unik serta mengembangkan strategi lainnya.

  6. Menemukan cara baru untuk mengukur keberhasilan strategi yang dilakukan, mengevaluasi, dan memperbaiki jika terdapat kekurangan.

Baca juga: Apa itu Creative Thinking

Manfaat Memiliki Creative Thinking

Lalu, apa saja manfaat yang kamu rasakan apabila memiliki creative thinking? Yuk, simak daftar berikut.

  1. Dapat Menemukan Solusi Suatu Masalah dengan Cepat

Problem solving menjadi salah satu soft skill penting yang wajib dimiliki saat bekerja. Sebab, kamu akan banyak menghadapi bermacam-macam kendala tak terduga dan kamu harus bisa menyelesaikannya dengan cepat agar pekerjaan bisa lancar.

Oleh karena itu, kemampuan creative thinking sangat diperlukan untuk mempertajam kemampuan dalam menganalisa, mencari solusi, dan membuat inovasi baru.

  1. Menciptakan Inovasi

Dapat berpikir melalui beberapa perspektif dapat membuatmu mencetuskan ide-ide yang inovatif dan segar. Selain itu, kamu juga lebih peka pada tren terkini, sehingga dapat mendatangkan inspirasi untuk melahirkan ide baru, alternatif solusi, hingga konsep baru yang belum pernah muncul dalam benak.

  1. Pekerjaan Jadi Tidak Membosankan

Keterampilan creative thinking yang kamu miliki akan membuat kegiatanmu jadi lebih bervariasi, karena selalu mencari ide-ide baru dan unik. Kemudian, orang yang terbiasa berpikir out of the box, biasanya lebih fleksibel dan mudah beradaptasi di dunia kerja yang kompleks, cenderung fast learner, dan selalu ingin berkembang.

Baca juga: 5 Kompetensi dan Skill Penting Guru di Abad 21

  1. Senang Berkolaborasi

Orang yang  memiliki creative thinking cenderung senang melakukan kolaborasi atau bekerja sama dengan orang banyak di suatu tim. Oleh karena itu, orang yang dapat berpikir kreatif biasanya memiliki soft skill komunikasi interpersonal yang baik, dapat menulis secara runtut, mau mendengar orang lain, berempati, senang memberi saran dan masukan, serta inklusif merangkul semua orang.

  1. Punya Kemampuan Analisa yang Baik

Umumnya orang yang mempunyai kemampuan observasi dan analisa yang baik, dapat berpikir kreatif demi mencari solusi yang rasional. Keterampilan menganalisis bisa membantu kamu dalam mencari inspirasi dan ide ketika brainstorming bersama tim.

Ciri-Ciri Orang yang Sudah Memiliki Keterampilan dalam Berpikir Kreatif

Bagaimana cara mengetahui jika seseorang sudah punya skill creative thinking? Melansir dari laman The Forage, orang yang dapat berpikir kreatif memiliki beberapa sifat berikut, antara lain:

  1. Tidak ragu mengambil risiko.

  2. Suka berimajinasi.

  3. Selalu kritis dengan semua hal.

  4. Berambisi. 

  5. Punya mental kuat.

  6. Menguasai komunikasi secara verbal maupun tulisan.

  7. Pendengar yang baik.

  8. Empati terhadap sesama.

  9. Dapat bersosialisasi dengan baik.

  10. Menerima kritik dan saran secara terbuka.

Baca juga: Harus Tahu! Berikut 3 Manfaat Sertifikasi IT Specialist

Jenis-jenis Creative Thinking

Free Association

Menghubungkan ide-ide atau konsep yang tampaknya tidak terkait secara langsung untuk menghasilkan solusi atau gagasan baru.

Brainstorming

Mengumpulkan sebanyak mungkin ide tanpa menghakimi atau menganalisis secara kritis pada tahap awal. Tujuannya adalah mempromosikan keluwesan berpikir dan merangsang kreasi gagasan baru.

Analogi

Menerapkan prinsip atau konsep dari satu konteks ke konteks lain yang mungkin sangat berbeda untuk menghasilkan solusi kreatif. Analogi sering digunakan untuk memperluas sudut pandang dan melihat masalah dengan cara yang baru.

Reverse Thinking

Membalik perspektif atau mencoba melihat masalah dari sudut pandang yang berlawanan untuk mencari solusi alternatif. Dengan melihat kebalikan dari apa yang umumnya diharapkan, dapat muncul solusi yang inovatif.

Mind Mapping

Menggunakan gambaran visual untuk menyusun dan mengorganisasi gagasan. Mind mapping membantu membangkitkan kreativitas dengan memvisualisasikan hubungan dan koneksi antara konsep-konsep yang berbeda.

Design Thinking

Pendekatan yang berpusat pada pengguna untuk mengidentifikasi masalah dan menghasilkan solusi yang inovatif. Menggunakan empat tahapan yaitu Empati, Pengertian, Ideasi, dan Implementasi. Design thinking membantu kita untuk melihat tantangan dengan perspektif baru.

Lateral Thinking

Mencari jalan keluar yang tidak konvensional atau alternatif dalam menghadapi masalah. Pendekatan ini mendorong pemikiran yang di luar solusi biasa dan pemecahan masalah yang kreatif.

Divergent Thinking

Jenis berpikir yang melibatkan menghasilkan sejumlah besar gagasan atau solusi yang beragam untuk suatu masalah. Divergent thinking merangsang pemikiran bebas dan menghindari keterbatasan pemikiran konvensional.

Inspirational Thinking

Berpikir yang mendorong seseorang untuk mencari inspirasi dari berbagai sumber, seperti seni, musik, alam, atau pengalaman pribadi, untuk merangsang kreativitas dan menghasilkan ide-ide baru.

System Thinking

Pendekatan berpikir yang melihat masalah atau situasi dalam konteks sistem yang lebih besar. System thinking mempertimbangkan hubungan antara berbagai elemen, dampak jangka panjang, dan efek domino dalam menghasilkan solusi yang holistik.

Aesthetic Thinking

Menggunakan penilaian estetika dan keindahan sebagai panduan dalam berpikir kreatif. aesthetic thinking menghargai nilai-nilai seni, simetri, rasa harmoni, dan keindahan visual dalam merancang atau menghasilkan sesuatu.

Communication

Kemampuan untuk menyampaikan ide-ide dengan jelas dan efektif kepada orang lain. Kemampuan komunikasi yang baik mendukung berbagi ide, kolaborasi, dan menginspirasi orang lain dalam proses berpikir kreatif.

Organization

Kemampuan untuk mengorganisir dan mengatur ide-ide secara sistematis. Kemampuan ini membantu menjaga alur berpikir yang terstruktur dan memfasilitasi pengembangan ide-ide dengan lebih efisien.

Open-Minded

Sikap terbuka terhadap ide dan gagasan baru, sudut pandang alternatif, dan pendekatan yang berbeda dapat mengintegrasikan informasi yang beragam, dan berpikir secara fleksibel. Hal ini bisa berdampak baik pada tingkat kreativitas seseorang.

Problem-Solving

Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis akar penyebabnya, dan menghasilkan solusi yang efektif. Pemecahan masalah melibatkan pemikiran kritis, pemikiran lateral, dan kemampuan menghadapi tantangan dengan cara yang kreatif.

Creative Thinking di Dunia Kerja

Kemampuan creative thinking di dunia kerja sangatlah dibutuhkan terutama dalam pengembangan karir. Dalam dunia kerja, kamu dituntut untuk berfikir secara luas dan dengan ide kreatif bisa untuk menyelesaikan masalah. 

Perusahaan tidak mempekerjakan orang orang kreatif hanya untuk bekerja secara efektif, tapi juga membantu memberikan solusi dari sebuah masalah yang ada. Dalam dunia kerja yang kompetitif saat ini, berpikir kreatif menjadi keterampilan yang sangat berharga. 

Perusahaan cenderung mencari karyawan yang dapat berpikir dengan sudut pandang yang berbeda dan memberikan kontribusi berharga dalam inovasi, problem-solving, dan pengembangan perusahaan

Maka dari itu, orang-orang yang memiliki kemampuan dalam berpikir kreatif sangat disorot oleh para pencari bakat di sebuah perusahaan. Singkatnya, kemampuan creative thinking akan sangat membantu kamu untuk melesat dan lebih berkembang di dunia kerja.

Jika kalian merasa kemampuan creative thinking ini belum terasah, ada beberapa cara yang bisa membantu kamu untuk mengasah kemampuan creative thinking.

Tips Mengasah Creative Thinking Skill

Berikut adalah beberapa tips untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif (creative thinking skill):

Latihan Brainstorming

Sediakan waktu untuk melakukan sesi brainstorming secara teratur. Ajak orang lain atau lakukan sendiri, dan jangan batasi diri dengan aturan atau kriteria tertentu. Biarkan gagasan-gagasan mengalir tanpa dihakimi terlebih dahulu.

Kamu dapat memperkaya inspirasi melalui berbagai bidang, seperti seni, musik, alam, budaya. Mengunjungi museum, membaca buku, hingga scrolling media sosial. Gunakan teknik-teknik kreatif seperti mind mapping, atau analisis analogi untuk memperluas cara berpikir dan menghasilkan ide-ide baru.

Latih Divergent Thinking

Latih kemampuan untuk berpikir divergen dengan mengajukan pertanyaan "what if" dan mencoba menghasilkan sebanyak mungkin solusi atau alternatif untuk suatu masalah. Jangan takut untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tentang asumsi-asumsi yang ada dan cari sudut pandang alternatif untuk mendapatkan wawasan baru.

Kerjasama Tim

Diskusikan ide-ide dengan orang lain dan buka ruang untuk memperoleh perspektif dan masukan dari mereka. Berkolaborasi dengan individu yang memiliki latar belakang dan pendapat yang berbeda dapat merangsang kreativitas.

Keluar dari Zona Nyaman

Coba eksplorasi hal-hal baru yang mungkin tidak biasa. Keluar dari rutinitas sehari-hari dapat membuka pintu untuk melihat dan mencoba hal-hal baru yang dapat memicu ide-ide kreatif. Perhatikan dan amati detail-detail kecil, lalu latih kemampuan untuk melihat hal-hal yang sering terlewatkan dan membuat asosiasi antara hal-hal yang tampaknya tidak terkait.

Ambil Risiko

Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan mengambil risiko dalam mengembangkan ide-ide. Kreativitas seringkali muncul dari keberanian untuk menghadapi ketidakpastian. Terima bahwa tidak semua ide akan berhasil. Mengembangkan toleransi terhadap kegagalan dapat menumbuhkan ide baru yang mungkin lebih brilian.

Kesulitan dalam melatih creative thinking secara otodidak? Ikuti program Intuit Design for Delight Innovator. Dengan mengambil program sertifikasi tersebut kamu akan berlatih inovasi kreatif. 

Kamu akan belajar tidak hanya memenuhi ekspektasi tapi mengembangkan pola pikir melebihi ekspektasi untuk menyenangkan pelanggan. Dengan begitu kamu akan memiliki pondasi kuat untuk sukses dalam meniti karir.

Bagaimana Cara Melatih Creative Thinking?

Mempunyai kemampuan berpikir kreatif mengundang banyak keuntungan. Sayangnya tidak semua orang memiliki creative thinking secara alami. Untungnya skill satu ini dapat dilatih dan dijadikan kebiasaan. Lantas, bagaimana cara melatih creative thinking?

  1. Selalu penasaran dan kritis terhadap suatu hal atau kejadian.

  2. Berpikiran terbuka.

  3. Tidak keberatan berinteraksi dan mencari tahu konten yang sedang tren meski bukan jadi preferensimu.

  4. Terus mencari alternatif dan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kualitas promosi.

  5. Tidak berhenti menstimulasi otak dengan membaca, menulis, berolahraga, dan kegiatan positif lainnya.

  6. Rajin mengobservasi sekitar.

  7. Selalu melakukan diskusi bersama tim.

  8. Jangan takut untuk berpendapat.

  9. Fokuskan diri pada hal-hal positif.

  10. Belajar menghargai pendapat orang lain walau berseberangan dengan pikiran kamu.

  11. Berdedikasi untuk melakukan hal-hal di atas dalam keseharian.

Itu dia penjelasan mengenai creative thinking yang jadi salah satu soft skill penting di dunia kerja. Kamu dapat melatih creative thinking dengan ikut kelas sertifikasi Intuit Design for Delight Innovator yang akan melatih kamu dalam berpikir kreatif, inovatif, dan solutif. Kamu juga bisa dapatkan kelas menarik lainnya di MyEduSolve

Sumber:

What Is Creative Thinking? Definition and Examples https://www.theforage.com/blog/skills/creative-thinking (Diakses Juni 2024)

Best practices to boost your creative thinking skills https://uk.indeed.com/career-advice/career-development/creative-thinking (Diakses Juni 2024)

Related Tags

creative thinking
berfikir kreatif

2,063

Relevant Certifications

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.