Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

AIDA: Pengertian dan Cara Menerapkannya

Mari ketahui pengertian dan cara menerapkan strategi AIDA, salah satu funnel marketing yang paling populer!

A journalism graduate now navigating the SEO landscape, I blend journalistic insight with a witty, engaging style, ensuring content is as captivating as it is search-optimized.

Posted: Thursday, Dec 01, 2022

Ditinjau oleh Mentor MyEduSolve

Share:

AIDA: Pengertian dan Cara Menerapkannya cover

Pasti kamu sudah sering dengan strategi marketing AIDA yang termasuk ke dalam teori dasar pemasaran. Strategi ini berfokus pada sisi konsumen dengan membahas perilaku, motivasi, dan aksi.

Yuk, ketahui lebih jauh tentang teori AIDA dalam dunia pemasaran yang akan dibahas lengkap di artikel berikut.

Apa Itu AIDA dalam Strategi Pemasaran?

AIDA adalah suatu metode pemasaran yang memperkenalkan proses berpikir, perilaku, dan tindakan yang dialami oleh calon konsumen sebelum memutuskan membeli sebuah produk atau menggunakan suatu layanan.

Umumnya perusahaan menggunakan metode AIDA untuk menentukan strategi dalam mempromosikan produk atau jasa pada target konsumen.

Istilah AIDA diambil dari akronim berbahasa Inggris, yakni Awareness, Interest, Desire, dan Action yang umumnya diilustrasikan dengan bentuk hirarki segitiga terbalik. Konsumen harus melalui empat tahap tersebut untuk mencapai target yang diharapkan. Lantas apa saja elemen dalam model AIDA? Berikut penjelasannya:

  1. Awareness (Perhatian/Kesadaran)

Awareness menjadi tahap awal yang digambarkan sebagai sebuah kondisi ketika calon konsumen sudah mengetahui keberadaan sebuah produk atau layanan jasa lewat persebaran iklan atau rekomendasi dari pihak ketiga.

  1. Interest (Ketertarikan)

Kemudian interest adalah tahap lanjutan dari awareness, yaitu ketika konsumen mulai menaruh ketertarikan pada produk atau layanan jasa.

Biasanya konsumen akan mencari informasi lebih lanjut tentang produk dan layanan jasa tersebut melalui pencarian di internet maupun datang langsung ke gerai penjualan.

  1. Desire (Keinginan)

Konsumen yang sudah berada di tahap desire akan mulai merasakan keinginan untuk membeli produk atau memakai layanan jasa.

Namun, tidak menutup kemungkinan jika calon pembeli tidak merasakan keinginan lagi melainkan sudah di tahap membutuhkan.

  1. Action (Aksi)

Tahap terakhir dalam teori AIDA adalah action atau konsumen akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau memakai jasa perusahaan. Strategi pemasaran akan dikatakan berhasil jika berhasil menuntun konsumen untuk mencapai tahap ini.

  1. Retention (Retensi)

Menyadur dari laman Indeed, banyak ahli yang mulai menambahkan tahap retensi sebagai tahap akhir dari siklus perilaku konsumen meski tidak masuk dalam teori dasar AIDA.

Maksud dari retensi adalah konsumen menjadi pembeli tetap dan enggan beralih ke produk kompetitor.

Baca juga: CTA: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Sejarah Metode AIDA Mulai Diperkenalkan

Metode pemasaran AIDA pertama kali diperkenalkan pada tahun 1898 oleh seorang ahli pemasaran dari agensi periklanan Advertising Hall of Fame bernama Elias St. Elmo Lewis.

Pada masa tersebut ia menuliskan sebuah opini secara anonim di majalah The Inland Printer. Dalam kolom opininya tersebut, Elias mengemukakan pendapat soal tiga prinsip penting yang sangat bermanfaat dalam pemasaran.

Menurut Elias, tiga prinsip tersebut meliputi cara membuat iklan yang mampu memancing audiens dan tertarik pada konten iklan.

Selanjutnya, audiens yang tertarik pasti akan mulai mencari tahu informasi terkait produk dan jasa yang dipromosikan. Terakhir, ketika audiens mulai mempercayai konten iklan, pasti mereka akan berniat membeli produk dan memakai jasa yang ditawarkan.  

Kemudian Elias menambahkan dalam kolom opininya, jika sebuah konten iklan menerapkan tiga prinsip tersebut potensi keberhasilan akan meningkat dan target tercapai.

Beberapa tahun setelahnya, teori AIDA pun muncul yang terinspirasi dari teori milik Elias. Sampai hari ini strategi pemasaran AIDA masih terus dipakai di industri pemasaran seluruh dunia.

Baca juga: Content Pillar: Definisi, Manfaat, dan Cara Membuatnya 

Bagaimana Cara Menerapkan Konsep AIDA dalam Pemasaran?

Industri periklanan di seluruh dunia masih banyak yang menerapkan metode AIDA dalam strategi pemasaran mereka karena dianggap efektif memandu konsumen hingga ke target yang diinginkan, yaitu membeli produk dan memakai jasa.

Dalam teori AIDA juga dijelaskan seiring konsumen melalui setiap tahap, konsumen akan mulai muncul keterikatan emosional dengan produk dan jasa. Pada akhirnya keterikatan emosional tersebut akan mendorong konsumen untuk membeli produk dan memakai jasa.

Lalu, bagaimanakah cara menerapkan konsep AIDA dalam pemasaran? Berikut penjelasannya.

  1. Tarik Perhatian

Pertama-tama, buatlah iklan dengan copy yang menarik perhatian audiens sehingga mereka terpancing untuk berinteraksi dengan iklan. Biasanya pada tahap ini audiens akan mulai bertanya-tanya, “Apa ini?”.

Apabila audiens sudah berhasil terpancing, calon konsumen ini akan mulai penasaran dengan produk atau jasa yang dipromosikan dan mencari tahu lebih jauh dengan menelusurinya di website dan akun media sosial perusahaan.

  1. Tawarkan Solusi

Taktik ampuh menarik calon pembeli adalah menawarkan jalan keluar atas permasalahan yang dialami.

Caranya dengan menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan sebagai alternatif solusi untuk menyelesaikan permasalahan calon konsumen.

Dengan menawarkan solusi ini, calon pembeli akan mulai timbul ketertarikan dan membangun keterikatan emosional antara konsumen dengan produk.

  1. Arahkan Konsumen untuk Membeli

Strategi pemasaran dapat dikatakan efektif jika mampu menarik audiens untuk mengunjungi akun sosial media perusahaan atau gerai penjualan.

Nah, apabila konsumen sudah punya keinginan mencoba produk atau memakai jasa, maka langsung arahkan konsumen ke platform e-commerce atau langsung datang ke gerai agar bisa melanjutkan transaksi.

Baca juga: AIDA: Pengertian dan Cara Menerapkannya

Manfaat Menggunakan Metode AIDA dalam Strategi Pemasaran

Metode AIDA masih terus digunakan dalam strategi pemasaran karena dianggap tetap relevan dengan kondisi pasar. Memangnya apa saja manfaat yang didapatkan jika menerapkan metode AIDA pada strategi pemasaran? Simak, yuk!

  1. Dapat merepresentasikan perjalanan konsumen melalui alur yang mudah dipahami.

  2. Mempermudah proses riset dalam mencari kekurangan produk atau jasa.

  3. Sebagai penunjang dalam pembuatan konten iklan untuk menarik audiens jadi konsumen.

Demikian penjelasan tentang strategi marketing AIDA untuk menambah wawasan kamu dalam bidang pemasaran. Jika kamu ingin memperdalam lagi pengetahuan dan kemampuan dalam pemasaran digital, kamu  bisa ikuti kelas sertifikasi Meta Digital Marketing Associate dari MyEduSolve. Lihat tawaran menarik lainnya di MyEduSolve.

Sumber:

The AIDA Model: A Proven Framework for Converting Strangers Into Customers https://blog.hubspot.com/marketing/aida-model (Diakses Mei 2024)

AIDA Model for Marketing: Definition, Use and Example https://www.indeed.com/career-advice/career-development/aida-model-example (Diakses Mei 2024)

Related Tags

Model Marketing AIDA

3,406

Recommended Articles

Relevant Certifications

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.