Shop

Arrow Right

My Cart

Arrow Right

Toxic Productivity: Apa Itu dan Cara Mengatasinya

Apa itu toxic productivity dan bagaimana cara mengatasinya? Simak jawabannya lewat artikel ini!

Posted: Friday, Oct 21, 2022

Share:

Toxic Productivity: Apa Itu dan Cara Mengatasinya cover

Melakukan sesuatu secara berlebihan merupakan hal yang tidak baik. Berbagai dampak buruk yang bisa kamu alami baik dari kesehatan fisik hingga mental akan dirasakan jika tidak mengetahui cara mengatasinya, begitu juga dengan menjadi produktif. Terlalu produktif dalam bekerja akan membuat dirimu masuk ke jurang yang bernama toxic productivity. Mari kita simak penjelasan dan cara mengatasi toxic productivity!


Apa Itu Toxic Productivity?

Menurut Asana, toxic productivity adalah sebuah dorongan untuk produktif setiap saat. Dorongan tersebut tidak hanya di ruang lingkup kerja, bahkan toxic productivity bisa terjadi di semua bidang kehidupanmu. 


Lalu, gejala apa yang didapatkan oleh orang yang melakukan toxic productivity? Menurut KlikDokter, terdapat ciri-ciri yang bisa dilihat jika kamu terjebak dalam toxic productivity:


  1. Terobsesi untuk produktif

  2. Sering merasa bersalah jika berdiam diri

  3. Punya ekspektasi yang tidak realistis

  4. Tidak pernah puas

  5. Tidak kenal dengan kata istirahat


Baca juga: Mengenal Produktivitas Kerja dan Cara Meningkatkannya


Cara Mengatasinya

Jika kamu merasa sudah terjebak dalam toxic productivity, beberapa langkah ini dapat membantu agar bisa keluar dari dorongan tersebut. Berikut adalah caranya:


  1. Kenali dan Sadari Permasalahannya

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan kenali dan sadari tanda-tanda jika sudah terjebak toxic productivity. Cara ini sangat krusial agar kamu dapat mengatasi permasalahan yang sedang dialami. 


  1. Beri Waktu untuk Istirahat

Tidak ada salahnya untuk memberikan waktu pada dirimu untuk istirahat. Daripada mengerjakan hal lain setelah menyelesaikan satu pekerjaan, ada baiknya untuk beristirahat atau mengerjakan sesuatu yang tidak membuat stres.


  1. Belajar untuk Self Love

Kamu bisa memberikan prioritas kepada kegiatan yang bisa merawat dirimu lebih baik. Misalkan bisa mulai menjadwalkan secara rutin untuk berolahraga setiap pagi atau melakukan hobi yang disenangi. Jadikan hal tersebut sama penting seperti saat kamu bekerja, ya!


Baca juga: 5 Cara Mengelola Stres Saat Bekerja


  1. Latih Pemisahan Professional

Laurie Ruettimann dalam bukunya berkata bahwa untuk mengatasi toxic productivity bisa belajar teknik yang bernama “professional detachment” atau pemisahan professional. Istilah tersebut bermaksud kalau kamu tetap melakukan pekerjaan sebaik mungkin, namun tetap memahami kalau pekerjaanmu bukanlah identitas dirimu. Sehingga kamu tidak terikat dengan pekerjaan sama sekali.


Demikian penjelasannya tentang toxic productivity! Jika kamu ingin berkonsultasi tentang seputar karier dan kesehatan mental, MyEduSolve punya wadahnya dengan bertanya ke #TalkToDIAN, ya!

Related Tags

Toxic Productivity

3,867

Recommended Articles

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.