Tantangan Literasi Digital di Tahun 2022

Seiring berkembangnya teknologi dan juga akses informasi yang sangat mudah untuk dijelajahi, keterampilan dalam literasi digital menjadi suatu hal yang diperlukan agar kita bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Lantas, apa saja tantangan yang akan dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam penerapan literasi digital di tahun 2022? Simak selengkapnya melalui artikel ini!

Posted: Tuesday, Feb 22, 2022

Updated: Monday, Sep 26, 2022

author:Silvia Chandra

Silvia Chandra

| Posted: Tuesday, Feb 22, 2022

Share:

Tantangan Literasi Digital di Tahun 2022 cover

Tak bisa dipungkiri, internet telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Mulai dari aktivitas mencari informasi, bersosial media, hiburan, maupun pembelajaran. Dilansir dari Internet World Stats pengguna internet di Indonesia telah mencapai 212 juta lebih user dan dari data tersebut dilaporkan bahwa mayoritas pengguna internet khususnya media sosial yaitu dari para anak muda yang masih duduk di bangku sekolah. Dengan jumlah tersebut, Indonesia telah menjadi urutan ke 3 pengguna internet terbanyak se-Asia. 

Sayangnya, tingkat penetrasi internet di Indonesia belum diikuti dengan kemampuan literasi digital yang baik oleh masyarakat. Menurut Katadata Insight Center (KIC) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo),  indeks literasi digital Indonesia berada pada level 3,49 dengan skala skor indeks 0-5 di tahun 2021. Angka tersebut menempatkan indeks literasi digital Indonesia berada pada kategori sedang. Sehingga masih terdapat beberapa tantangan bagi perkembangan literasi digital di Indonesia, di antaranya:

Baca juga: Mengenal Literasi Digital, Urgensi, dan Contoh

1. Peredaran Informasi Palsu 

Menurut hasil survei dari Katadata Insight Center (KIC) setidaknya masih ada 11,9 publik yang masih menyebarkan berita palsu atau hoax. Dampak dari penyebaran hoax yang provokatif, bisa menimbulkan berbagai opini publik, memicu kecemasan masyarakat, bahkan yang paling fatal bisa berakibat pada perpecahan suatu bangsa

Oleh karena itu, masyarakat harus lebih kritis lagi dan lebih waspada dalam menerima informasi dengan cara memfilternya melalui sumber-sumber informasi yang kredibel. Jika kita sudah paham dan memiliki kemampuan literasi digital yang baik, tentu saja kita tidak akan sepenuhnya mempercayai semua berita yang berseliweran di media khususnya di media sosial. 

2. Maraknya Investasi Ilegal

Seiring dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat yang cenderung konsumtif, menyebabkan menjamurnya tren investasi ilegal di Indonesia. Meskipun dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa tingkat inklusi keuangan di Indonesia meningkat selama tahun 2019 mencapai 76,19 persen, namun sayangnya tingkat literasi keuangan oleh masyarakat Indonesia tergolong masih rendah yaitu 38,03 persen. 

Masyarakat cenderung termakan oleh iming-iming bonus yang sangat besar dan cepat namun ternyata pada akhirnya menjadi korban penipuan. Apalagi semakin banyak oknum-oknum yang menawarkan investasi bodong tersebut dengan mudah melalui platform media sosial. 
Baca juga: Digital Literacy, Kemampuan yang Penting Di Era Ini

3. Praktik Pinjaman Online Ilegal (Pinjol)

Akibat situasi pandemi COVID-19 yang berdampak pada kondisi ekonomi yang sulit, membuat masyarakat tergiur untuk melakukan pinjaman online yang beredar di internet. Salah satu faktor penyebab lainnya yaitu karena rendahnya tingkat literasi digital dan juga literasi keuangan yang membuat individu maupun masyarakat yang sudah berumah tangga tergiur untuk menggunakan pinjol ilegal dengan iming-iming pinjaman mudah dan cepat. Selain itu juga bisa disebabkan karena pengaruh kecanduan akan judi online membuat orang membutuhkan dana yang cepat sehingga melirik pinjaman online ilegal ini.

4. Tenaga Pendidik yang Kurang Melek Teknologi

Di era digital seperti saat ini, guru dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, sebagai tambahan pada keterampilan mengajar umum, beberapa keterampilan lagi diperlukan untuk ditanamkan pada seorang guru untuk memainkan perannya secara efektif sebagai fasilitator pembelajaran.  

Sayangnya, pesatnya perkembangan teknologi membuat para tenaga pendidik atau guru khususnya berusia menjelang pensiun, masih merasa kesulitan dalam beradaptasi. Proses kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara offline dengan metode konvensional, mau tidak mau harus menerapkan proses pembelajaran daring dengan memanfaatkan berbagai platform seperti Zoom, Google Meet, dan lain sebagainya dikarenakan situasi pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Oleh karena itu, sebagai seorang tenaga pendidik perlu meningkatkan digital skill mereka agar bisa menghadapi pembelajaran bagi generasi di abad 21 dengan menguasai teknologi informasi dan komunikasi sehingga bisa menciptakan proses pembelajaran yang efisien melalui Kerangka Desain Pembelajaran Abad 21. Jika kamu memiliki ketertarikan dalam mengembangkan skill dan juga kompetensimu sebagai tenaga pendidik, kamu bisa mengambil sertifikasi internasional yang bernama Microsoft Certified Educator di MyEduSolve.
Baca juga: Kenali Sertifikasi Microsoft Certified Educator bagi Tenaga Pendidik
Nah, itu dia beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam meningkatkan literasi digital di tahun 2022 ini. Semoga melalui artikel ini, dapat memberikan insights yang baru seputar perkembangan literasi digital di Indonesia.

Jika kamu ingin meningkatkan kualitas dirimu dengan digital skill yang mumpuni, kamu bisa memulainya dengan mengambil sertifikasi internasional seperti sertifikasi dari Microsoft, Adobe, Project Management Ready, maupun IT Specialist di MyEduSolve. Untuk info lebih lanjut kamu bisa mengaksesnya di link ini ya!
 

Referensi:
Sabrina, A. R. (2019). Literasi Digital Sebagai Upaya Preventif Menanggulangi Hoax. Communicare : Journal of Communication Studies, 5(2), 31–46. Diakses pada 17 Februari 2022
Anggeraini, Yentri et al. (2019). Literasi Digital: Dampak dan Tantangan dalam Pembelajaran Bahasa. Seminar Nasional Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang. Diakses pada 17 Februari 2022

Article Tag:

Literasi Digital,Digital Literacy,Pendidikan

Category:

Literasi Digital

Written By

author:Silvia Chandra

Silvia Chandra

Articles Info

author:Silvia Chandra

Silvia Chandra

Tantangan Literasi Digital di Tahun 2022

Posted: Tuesday, Feb 22, 2022

Updated: Monday, Sep 26, 2022

Article Tag:

Literasi Digital,Digital Literacy,Pendidikan

Category:

Literasi Digital

Share:

724

Recommended Articles

Suggest a Topic

What topics are you interested in learning more about? We want to hear from you! Share with us your feedback and article suggestions for our blog.